Rekanan dan PPK Memberi Klarifikasi Proyek Irigasi Buket Meutuah

Langsa, SumateraPost – Proyek rehabilitasi jaringan D.I Irigasi Gampong (Desa) Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh yang baru satu bulan selesai di kerjakan rekanan awal bulan Desember 2020 lalu mulai retak kecil di dinding saluran.

Proyek yang menelan biaya sebesar Rp. 3.264.883.372,30 yang dilaksanakan oleh PT.Desa Maju Indonesia tersebut, yang diberitakan di beberapa media online dikatakan retak- retak, penjelasan rekanan pelaksana PT. Desa Maju Indonesia, Zubir bahwa pada dinding saluran tersebut hanya terjadi retak rambut yang diakibatkan adanya pergeseran tanah sawah yang labil di belakang dinding saluran sebagai penahan beton pada sambungan besi. Dan saat ini saluran tersebut sedang kita perbaiki, katanya kepada media Sumatera Post.co, di salah satu cafe, Jum’at, 15 Januari 2021.

Baca Juga :  PGRI Aceh Timur Laksanakan Konferensi XXII Untuk Pengurus Cabang Peureulak

Ditempat yang sama Rahmad Fauzi sebagai PPK pada proyek itu juga menjelaskan hal yang sama Proyek rehabilitasi yang direncanakan oleh CV. Aljabar engineering Consultant dan diawasi oleh CV. Beuna Engineering Consultant, yang mulai dikerjakan pada tanggal 6 Agustus 2020 dan selesai pada tanggal 3 Desember 2020, kami sudah minta pihak rekanan untuk segera memperbaiki karena masih dalam masa pemeliharaan.

Baca Juga :  Perketat Penggunaan Senjata Api. Kapolres Bersama Propam Mengecek Senjata Personil

Proyek dengan nomor kontrak 07/SP/DAK/PG-PUPR/VIII/2020 dan Addendum Kontrak Nomor 07.a/ADD/SP/DAK/PG-PUPR/VIII/2020 yang bersumber dari DAK 2020, proyek rehabilitasi ini di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa, lebih lanjut ia mengatakan tidak ada persoalan saluran irigasi tersebut telah difungsikan oleh masyarakat tanpa ada kendala apapun, jelasnya.(Mustafa).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here