Rekanan Nakal Tidak Pasang Plang Proyek Wastafel di SMK 6 Langsa

Langsa, SumateraPost – Proyek wastafel (tempat cuci tangan siswa) yang di SMK 6 Kota Langsa tak pakai papan informasi, proyek Dinas Pendidikan Aceh ini jadi sorotan warga. 

Pekerjaan proyek yang sudah berjalan satu bulan lebih tersebut tidak disertai papan nama proyek.

“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi publik dan media agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas Irman salah seorang wartawan pada saat turun ke lokasi pekerjaan Rabu, 18 Nopember 2020.

Rekanan wajib memberikan surat pemberitahuan kepada pimpinan sekolah yang mendapat pengadaan wastafel melalui kepala Sekolah, jadi kalau ada warga dan media bertanya ini proyek apa, perusahaan apa, dan siapa pelaksananya pihak sekolah tak bisa menjelaskan,” imbuhnya.

Sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, di mana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Papan itu memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ungkap Irman.

Nakalnya dan begitu beraninya pihak rekanan dalam pekerjaan proyek wastafel (tempat cuci tangan) pada di SMK 6 Kota Langsa tidak memasang papan plang proyek. Ini tidak terlepas kurang nya pengawasan dari Dinas Pendidikan Aceh sebàgai penanggung jawab proyek dan anggaran.

Sementara, Kepala SMK 6 Kota Langsa, Drs. Yunaldi, saat di konfirmasi media mengatakan, proyek wastafel  (tempat cuci tangan) yang lagi di kerjakan terdapat 10 titik, itu, proyek dari Dinas Pendidikan Aceh, kami pihak sekolah tidak terlibat hanya menunjukan tempat saja.

Begitu di tanyakan, rekanan mana yang melaksanakan proyek tersebut tak bisa memberi jawaban serta tak mengetahuinya.

Yunaldi sebagai kepala sekolah SMK 6 Kota Langsa, membenarkan dalam pelaksanaan proyek wastafel (tempat cuci tangan) yang sedang di kerjakan oleh rekanan tidak terpasang papan plang proyek.(Mustafa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here