Rekrut Calon Anggota PPS Dalam Pelaksanaan Pilgub 2018 Membludak

Sumaterapost.co – Perekrutan calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung tahun 2018, dihari terakhir Rabu (25/10) di Sekretariat KPU Pringsewu membludak.

Terlihat hingga pukul 12.00 WIB sudah lebih dari 500 peserta yang mendaftar dan mengembalikan berkas formulirnya.”Ya sudah lebih dari 500 calon anggota PPS yang mendaftar dan mengembalikan berkas ke Sekretariat KPU Pringsewu,”jelas Agus Prianto anggota komisioner KPU setempat.

Menurutnya, hingga ditutupnya pendaftaran dan penyerahan berkas formulir itu pada pukul 16.00 WIB mungki akan terus bertambah. Terbukti didepan sekretariat masih banyak calon yang sedang mengantri.

Agus Prianto mewakili Ketua KPU Pringsewu Andoyo menuturkan, mereka yang mendaftar berasal dari sembilan kecamatan terdiri 131 pekon/kelurahan.”Nantinya hanya akan diambil tiga orang PPS untuk masing-masing pekon/kelurahan. Jadi secara keseluruhan ada 393 anggota PPS,”jelasnya.

Dia menjelaskan rentetan penerimaan anggota PPS itu yakni pada 19-25 Oktober dilakukan pengumuman pendaftaran calon. Sedang pada  pengembalian formulir pendaftaran dan penyerahan dokumen kelengkapan persyaratan disertai surat usulan/rekomendasi dari lurah/kepala pekon atau badan permusyawaratan pekon (BHP).

Lalu pada 26 Oktober hingga 4 November penelitian syarat administrasi calon anggota PPS. “Juga pada 5-6 November akan berkoordinasi dengan lurah/kepala pekon, BHP atau lembaga profesi untuk mengusulkan anggota PPS jika tidak terpenuhinya jumlah calon,”terangnya.

Kemudian dilakukan tahapan seleksi wawancara calon anggota PPS oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada  7-8 November dimasing-masing sekretariat PPK.”Untuk penetapan dan pengumuman PPS yang diterima pada 9 November,”katanya.

Agus Prianto menambahkan, untuk persyaratan calon anggota PPS diantaranya, warga Negara Indonesia, berusia paling rendah 17 tahun, setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD RI 1945 dan cinta Proklamasi 17 Agustus 1945. Mempunyai integritas,  pribadi yang kuat, jujur dan adil.

Tidak menjadi anggota Parpol yang dinyatakan dengan surat pernyataan yang sah atau paling kurang dalam jangka waktu lima (5) tahun tidak lagi menjadi anggota Parpol yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pengurus parpol yang bersangkutan.

Berdomisili dalam wilayah kerja PPK dan PPS, mampu secara jasmani, rohani dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, pendidikan minimal SLTA atau sederajat.

Tidak pernah dipenjara pidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih serta belum pernah menjabat dua kali sebagai anggota PPS.

“Untuk materi tes wawancara calon anggota PPS meliputi rekam jejak calon, pengetahuan tentang pemilihan dan klarifikasi tanggapan masyarakat,”imbuh Agus Prianto. (ti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here