RHL Cegah Banjir, Pulihkan lahan Kritis Di OKU Selatan

Sumaterapost.co – Muaradua | Guna mencegah banjir,Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai ( BPDAS ) Ketahun wilayah kerja Bengkulu melakukan Rehabilitas Hutan dan lahan ( RLH ) di kawasan kritis di dua kecamatan yakni kecamatan Sungai Are dan Sindang danau di Oku Selatan , Sumatera Selatan.

“Selain mengatasi banjir. Rehabilitas Hutan dan Lahan ( RHL ) ini merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkat kan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung , produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistim penyangga kehidupan tetap terjaga ,”kata Ahmad Taufik Siregar ,S.Hut,T selaku kepala balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Ketahun kepada awak media , Kamis (25/11/2021 )

Untuk di ketahui, dikatakan Taufik , kegiatan rehabilitas tersebut merupakan salah satu upaya dalam menangani lahan keritis di Indonesia yang mencapai angka 14 juta hektar , menahan laju degradasi lahan, dan sedimentasi yang sangat tinggi di Indonesia yang mencapai angka 250 ton / km2 / tahun.

“RHL diselenggarakan untuk memulihkan, fungsi hutan dan lahan sehingga di kawasan hutan dimaksud dapat berpungsi kembali sebagai Pelindung Daerah Aliran Sungai ( DAS ) untuk mencegah terjadinya bencana banjir, tanah Longsor, erosi sekaligus untuk meningkatkan produktivitas Sumberdaya hutan dan lahan serta hayati,” katanya.

Baca Juga :  KPAD Muba Gelar Audiensi ke Plt Bupati Musi Banyuasin

Program tersebut sangat membantu masyarakat, kata Taufik dan diharapkn mampu memberikan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan karna melibatkan peran masyarakat dan menggunakan jenis tanaman yang dapat memberikan manfaat ekonomis bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kedepanya.

“Dasar Pelaksanaan RHL ini adalah peraturan Menteri Lingkungan hidup dan kehutanaan nomor : P.105/ MENLHK / SETJEN / KUM.1/12/2018 sebagai salah satu upaya Corrective Action terhadap pelaksanaan RHL yang telah di laksanakan ada tahun tahun sebelumnya, baik yang terkait dengan teksin kegiatan dan kelembagaanya ,” katanya.

Ditambahkannya , perubahan paradigma ini diharapkan dapat merubah pandangan negatif masyarakat terhadap pelaksanaan RHL dan selanjutnya dapat memberikan manfaat ekonomis dan ekologis .

“Kegiatan RHL di hutan Lindung Bukit Nanti wilayah kerja KPH Mekakau Saka di laksanakan secara kontraktual mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 . Target kegiatan RHL Balai Pengelola daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung(BPDASHL) Kegiatan seluas 7.250 Ha dan di bagi menjadi 25 blok kegiatan dengan luasan yang bervariasi antara 250 sampai 30 Ha per blognya ,” katanya.

Baca Juga :  KPAD Muba Gelar Audiensi ke Plt Bupati Musi Banyuasin

Lanjut Taufik , adapun tanaman m3nyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan jenis tanaman terdiri atas : jengkol ,Durian ,Bambang Lanang ,pala, dan pinang . Penggunaan jenis tanaman multi purpose Spesies (MPTS) atau tanaman yang memiliki multi manfaat ini di harapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk ikut serta melaksanakan penanaman dalam rangka RHL dan hasilnya nanti diharapkan dapat menjadi alternatif tambahan penghasilan selain tanaman yang sudah ada.

Lokasi penanaman berada dalam wilayah admistrasi 2 ( dua ) kecamatan ,kata dia,yaitu kecamatan Sungai Are dan kecamatan Sindang Danau.
Penanaman RHL yang di mulai tahun 2019 meliputi 10 Desa di kedua kecamatan tersebut,yaitu Desa Gunung jaya ,Desa Pulau Kemuning ,Desa Sadau jaya, Desa Sebaja,Desa Desa Ujan mas ,Desa cukoh Nau,Desa Tanah Pilih,Desa Pecah Pinggan,( kecamatan Sungai Are ).dan dua di kecamatan Sindang Danau, yaitu Desa Tebat Layang dan Desa tanjung harapan . Masyarakat di lokasi di libatkan mulai kegiatan pembuatan persemaian , persipan lahan ,penanaman,serta pemeliharaan tanaman dan pemberantasan hama enyakit.”

Baca Juga :  KPAD Muba Gelar Audiensi ke Plt Bupati Musi Banyuasin

Jelas pelibatan masyarakat sebagai tenaga harian dapat menyerap 217.800 Hari orang kerja ( HOK ) atau setara dengan4.066 orang terlibat pada tahun 2019,sebanyak 137.750 HOK atau setara 3 .378 orang terlibat pada tahun 2020 ,dan 108.750 HOK atau setara dengan 2.213 orang terlibat pekerjaan RHL pada tahun 2021 “katanya.

Ditambahkan Taufik, optimisme yang dibangun dengan pelibatan masyarakat dari sekitar kawasan dapat menjadi energi positif yang mendukung keberhasilan kegiatan RHL.perubahan kearah yang lebih baik dengan kegiatan RHL ini diharapakan dapat terwujud di akhir kegiatan.

“Perubahan yang diharapkan dengan berjalanya RHL meliputi aspek ekologis yaitu dengan kembalinya fungsi tata air yang lebih baik di hulu DAS luas ,secara sosial yaitu dengan terbentuknya kelompok Tani Hutan Sebagai cikal bakal kelembagaan Perhutanan sosial di wilayah tersebut , dan ekonomis yaitu meningkatkanya kesejahteraan masyarakat di sekitar Lokasi RHL Pada khususnya ,” katanya.

( ADV ) AZHAM EFENDY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here