Ridwan Kamil Protes, Kenaikan Tarif Tol Ditengah Pandemi Tak Bijak

SumateraPost, Bogor – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) melalui akun Instagram-nya @ridwankamil. Lancarkan aksi protes, atas kenaikan tarif tol Cipularang dan Padaleunyi sejak Sabtu (5/9/2020) kemarin.

“Kenaikan tarif tol di tengah ekonomi sulit akibat pandemi virus Corona (COVID-19) tak bijak. Pemerintah saja mengeluarkan bantuan ditengah pandemi. Untuk mengurangi krisis,” kata Ridwan Kamil di kutif dari akun Instagram-nya Ahad (6/9/2020)

Potensi resesi ini, diperparah oleh kebijakan korporasi ini. Beberapa BUMN berlomba menurunkan bahkan, mengratiskan, mensubsidi. “Ini kok malah menaikan beban ongkos ekonomi. Mohon ditinda dan ditinjau ulang sampai situasi ekonomi membaik, karena itu bagian dari bela negara anda,” kata RK.

Ditengah pandemi seperti sekarang, banyak ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Sehingga menaikkan tarif tol bukanlah keputusan bijak.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola menegaskan, kenaikan tarif tol ini dilakukan berdasarkan regulasi. Seharusnya, penyesuaian ini dilakukan sejak Februari 2020 lalu.

Keputusan Jasa Marga menaikkan tarif tol bertolak-belakang dengan upaya pemerintah yang mencoba meringankan beban masyarakat.

Jasa Marga telah menerima Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penyesuaian tarif tol dibulan Juni dan Juli 2020 lalu.

“Direncanakan diberlakukan pada bulan September tahun 2020. Penundaan penyesuaian tarif tol kurang lebih 7 bulan. Pemerintah diwakili Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam hal ini Jasa Marga, dampak dari pandemi COVID-19 terhadap ekonomi masyarakat,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2020).

Ditegaskan, kenaikan tol berdasarkan pada laju inflasi. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik mencatat 2 bulan terakhir deflasi. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here