Rintihan Hati IBU TS, Jika Hukum Tak Bicara Biarkan Proses Tuhan Yang Bekerja

SumateraPost, Tanah Karo – Terkait Dugaan Kelalaian nyaris menghilangkan Nyawa yang dilakukan seorang atlet One Pride MMA Nasional bernama Brando Mamana Simanjorang dalam laporan pengaduan dengan nomor STTLP/753/XII/2019/SU/RES.T KARO.
hingga menyebabkan TS (24) terseret sejauh 2 meter di Jalan Jamin Ginting Simpang Korpri Desa Raya, Kecamatan Betastagi menggunakan mobil pribadi jenis Suzuki Swift, Minggu (29/12/2019) waktu lalu ibu kandung Korban angkat bicara Selasa (07/01/2020).

Ibu Kandung TS, FSM (65) saat dikonfirmasi Sumaterapost.co dikediamannya di Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo Senin (06/12/201) sekiran pukul 20.00 WIB terlihat menyimpan rona kesedihan yang mendalam.

Pasalnya Ibu mana yang tidak terluka hatinya melihat darah dagingnya tidak hanya terluka secara fisik namun harus memendam rasa sakit yang mendalam
dan hujanan hujatan dari Publik.

Disampaikan FSM , terkait nasib tragis yang menimpa putri kandungnya, sebenarnya kami sangat tertekan dengan kejadian ini, belum lagi omongan tetangga dan tanggapan Publik kepada anak saya sementara luka yang tidak akan hilang disekujur tubuh TS akan membekas sepanjang sejarah keluarga kami , ucapnya lirih.

“Saya tau kejadian ini setelah dua hari karena karena menjenguk keluarga yang sakit diluar kota, dan bagaimana susahnya jika diproses melalui hukum, setelah dijelaskan TS usai di Visum”, ujarnya terbata.

Kami tidak tau tentang hukum, dan dari awal saya sudah melarang hubungan TS dengan Brando jauh sebelum dia menjadi Atlet One Pride MMA Nasional , namun hal itu tidak diindahkan TS, Tiga tahun perjuangannya untuk orang yang tidak pantas diperjuangkan akhirnya TS sadari setelah kejadian ini, jelas FSM.

” Jika hukum tidak berbicara karena tidak ada yang mberatkan kepada siapapun , maka biarkanlah Proses Tuhan yang bekerja ,” ujar FSM terbata.

Kita hanya berdoa semoga kesuksesan senantiasa didapatkan Brando , dan seiring berjalannya waktu anaksaya akan menyadari kebodohan akan perjuangannya yang sia-sia ,dan kita berserah kepada Tuhan agar prosesnya bekerja semestinya, tutupnya sembari mengoleskan minyak diluka putrinya. / (Mawar Ginting )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here