Sumaterapost.co

Setiap Orang Punya Cerita

banner 728x90

Riwayat Cerita dari Lukisan Ini

Riwayat Cerita dari Lukisan Ini

Sumaterapost, BANDAR LAMPUNG – Alhamdulillah Mukjizat Tuhan itu memang ada. Berangkat dari kejadian ini saya Mohon berkah mukjizat NYa dari lukisan ini agar di Ijabah lagi Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Aamiin Yaa Robbal Aalamin. Lukisan ini buatan Tahun 1990. Jaman Pondok Seni Jl. A Yani. Laku di beli kolektor orang Singapore (1998), waktu itu nggak tak jual, karena lukisan ini di buat kanvasnya dari bahan bekas kain karung gandum cap Segitiga Biru.

Saya malu menampilkan lukisan hasil experiment ini di Pasar seni Ancol yang pelukisnya banyak yang hebat dan kanvasnya merk terkenal. Lukisan ini saya tumpuk di bagian paling belakang, eh memang sudah rezeki kali datang tamu mau beli lukisan yang sudah mondar mandir seantero lukisan di Ancol nggak ada lukisan yang cocok, masuk ke kios saya pilih dan lihat2 lukisan juga nggak ada yang cocok, dia tertarik dengan tumpukan lukisan di pojokan.

Dibukanya satu persatu dilihatnya dengan teliti sampai bagian lukisan yang paling belakang lukisan Legenda Jung, dia mau beli lukisan itu, aku lihat bekakangnya masih ada cap Segitiga Biru, langsung saya menolak untuk menjual lukisan itu, karena malu dengan bahannya dari kain gendum buatan Icon muridku, tapi kolektor itu memaksa mau beli dan dengan diplomatis aku untuk menghindari malu saya bilang tidak di jual itu koleksi pribadi. Tapi Bapak itu tetap memaksa, berapa pun harganya dia bayar, tidak ada cara lain saya pasang harga yang gak masuk akal. (red 1,8 Juta), supaya dia gak jadi beli, eh langsung dia bilang oke saya beli.

Aku jadi kelabakan bagaimana nih cara menghilangkan cap segitiga birumya? Akhirnya saya punya ide. Baik Pak kalau memang mau dikoleksi, tapi bapak silahkan jalan2 dulu saya minta waktu 2 Jam untuk merapikan lukisan ini, dan bingkainya nanti jangan di lepas ya, saya tidak mau lukisan saya ini jadi berubah karena bingkai yang bagus sekalipun.

Saya maunya asli, beliau menyanggupi, padahal ya alasannya supaya nggak ketahuan kalo kanvasnya dari kain bekas, begitu dia bayar dan pergi beberapa jam, aku cepat-cepat ambil cat hitam aku cat belakangnya sampai tertutup tulisannya dah aman deh, begitu sudah rapi saya bungkus paket khusus, karena takut rusak dalam bagasi.

Ya itulah nasib dari karya dan rezeki, kita tidak dapat menduga dari mana datangnya. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’Ala yang Maha Kehendak dengan Mukzijatnya. (*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan