Ronggur Narasumber Tentang Kepariwisataan di Pascasarjana FE Unila

0

Sumaterapost, Lambar- Ronggur L Tobing Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lampung Barat memberi kuliah umum/narasumber tentang kepariwisataan di Auditorium Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, Selasa 3/12. Pukul 2 siang.

Dalam acara tersebut diikuti oleh ratusan delegasi BEM Fakultas Ekonomi dari 38 Universitas se-Indonesia dan Ronggur dalam materinya nenyampaikan potensi pariwisata di Lampung, khususnya yang ada di Lampung Barat.

Selanjutnya Ronggur memaparkan konsep kepariwisataan yang diterapkan di kabupaten Lampung Barat bahwa destinasi pariwisata bisa sukses apabila memenuhi tiga unsur diantaranya; Atraksi, Amenitas dan Aksebilitas.

Wisatawan mau berkunjung ketempat pariwisata itu karena ada yang bisa dilihat dan juga ada yang bisa dilakukan di tempat wisata serta ada yang bisa di beli buat oleh-oleh atau pun buat kenang-kenangan, tiga hal ini tidak bisa terlepas satu sama lainnya.

Menurut Ronggur sekarang ini kebijakan yang diambil Pemerintah Daerah Lampung Barat melalui Disporapar Lambar¬† yaitu; mendorong Desa/pekon melalui Bumpekon yang dianggarkan dari Anggaran Dana Desa untuk mengembangkan Destinasi pariwisata “Satu Pekon Satu Destinasi” melalui surat edaran Bupati Lambar. Selain itu mendorong Pokdarwis, Penggiat Pariwisata, komunitas dan kaum milenial untuk mempromosikan destinasi masing- masing melalui Media Sosial.

Sekarang ini tingkat kunjungan wisata di Lampung Barat untuk wisatawan nusantara  tahun 2016 sebanyak 14.567 orang dan di tahun 2019 sebanyak 88.554 orang, sementara wisatawan mancanegara tahun 2016 sebanyak 396 orang dan 2019 sebanyak 685 orang, jelas Ronggur.

Menurut Ronggur obyek wisata merupakan salah satu potensi yang dapat dikelola dan dikembangkan untuk kemajuan daerah Lambar dan kesejahteraan masyarakatnya. Sekarang ini ada76 spot wisata tersebar di Lampung Barat dari mulai Sumberjaya hingga Lumbok Seminung, seperti Danau Ranau, kebun Raya Liwa (KRL), Negeri Diatas Awan Gerday, Air Terjun Cengkaan, Rest Area, Arung Jeram Way Besai, Kampung Kopi Pekon Rigis Jaya, dsbnya.

Selain obyek wisata alam kita juga terus upaya meningkatkan target dan realisasi Pendapatan dari pajak Hotel dan Restoran kabupaten Lampung Barat yang sampai saat ini tahun 2019 target perubahan Restoran Rp. 1.904.880.000 hotel Rp. 84.748.350 dan realisasi Restoran Rp.1.915.450.253 hotel Rp.109.840.200 jelas Ronggur.

Meningkatnya kunjungan wisata, pengembangan Destinasi wisata dan sebagainya tentunya tidak tergantung  OPD Pariwisata, tapi keberhasilan tersebut karena adanya Sinegritas yang terintegrasi dari semua pihak seperti Legislatif, Eksekutif, Pekon, Investor/pelaku bisnis, penggiat/komunitas pariwisata, media msssa, begitupula kaum muda melineal dsb nya pungkas Ronggur. (Aep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here