Rumah Tak Kunjung Dibangun, Polisi Tetapkan Direktur CPP Jadi Tersangka

SumateraPost, Bogor – Rumah tak kunjung di bangun, pembeli kesal laporkan Deplover ke Polres Bogor. Peristiwa itu terjadi berawal pembeli memesan rumah, karena tak kunjung di bangun korban laporkan Direktur PT Cirendeu Primer Property (CPP) ke Polisi

Devloper membangun perumahan Cibinong Lakeside berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Polres Bogor langsung melakukan penyelidikan.

“Korban bernama Budi Hermawan memesan rumah, sejak 31 Maret 2017, dengan harga Rp. 1.821.500.000.- dan mendapatkan potongan Rp. 171.500.000.- sehingga harga Kavling rumah menjadi 1.650.000.000.-,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun Kamis (15/4/2021)

Baca Juga :  Rachmat: Operasi Ketupat Lodaya, Polisi Putar Balik 172 Kendaraan

Disepakati membayar kata Harun dengan cara diangsuran selama 12 kali. Sesuai tertuang dalam surat pemesan rumah (SPR) antara pihak PT. CPP dengan konsumen Budi Hermawan. Korban telah membayar uang muka dan membayar angsuran secara cicil sebanyak 8 kali hingga Juni 2018, atas kavling di blok A.1 No.1 type 120 M2/ 150 M2 sebesar Rp.435.000.000.

Namun dalam proses jual beli, korban Budi Hermawan mendapat informasi dari marketing kalau unit rumah yang telah di pesan tersebut telah di tawarkan kembali pada orang lain tanpa sepengetahuannya.

Baca Juga :  Polres Bogor Gelar Operasi Ketupat, Nekat Mudik Dipastikan Diputar Balik

Mengetahui hal itu, korban mengehentikan pembayaran dan membatalkan pembelian Kavling rumah tersebut. Korban pun di janjikan Developer akan di kembalikan uangnya sebesar Rp.435.000.000.-

“Hingga saat ini uang tersebut tidak bayarkan pada korban sampai akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Bogor,’ kata Harun.

Atas laporan tersebut Polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya berdasarkan ketersngan para saksi barang bukti dan Ahli didapat 2 alat bukti. Satreskrim Polres Bogor menetapkan AD (43) Direktur PT. CPP sebagai tersangka.

Baca Juga :  Penyekatan Cileungsi, Memutar Balik Sejumlah Kendaraan, Tes Antigen Umumnya Negatif

Tersangka di kenakan pasal 8 ayat (1) huruf f Jo pasal 62, dan atau pasal 18 Ayat (1) Jo Pasal 62 Undang – Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman 5 tahun Penjara dan denda maksimal 2 Milyar Rupiah,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here