Sadis, Pria di Langkat Tewas Ditombak Tetangga Sendiri

SumateraPost.co, Langkat – Nahas dialami Bebas Sembiring (45), warga Dusun Bangunkede, Desa Telagah, Kecamatan Seibingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pria paruh baya itu dilaporkan tewas di tangan tetangganya sendiri, usai ditombak menggunakan tojok kelapa sawit, Selasa (08/09/2020) petang.

Korban diduga menghembuskan nafas terakhirnya karena mengalami kerusakan organ dalam dan pendarahan parah, akibat luka tusuk parah pada lengan kanan yang menembus dada.

Jenazah pria malang yang berprofesi sebagai petani tersebut saat ini masih disemayamkan di rumahnya, usai menjalani visum et refertum.

Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Rabu (08/09/2020) malam, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku penganiaya korban ialah pria berinisial RS (55).

“Selain menewaskan Bebas Sembiring, aksi sadis pelaku turut pula menyebabkan putra sulung korban atas nama Hakimta Sembiring, mengalami luka pada bagian dada, setelah terkena tikaman gancu (alat pengait) kelapa sawit,” ungkapnya.

Dijelaskan Siswanto, sebelum aksi penganiayaan terjadi, awalnya korban beserta istrinya, Ampera Beru Ginting (42), dan sang anak, Hakimta Sembiring, melintasi kebun pelaku mengendarai mobil bermuatan kelapa sawit.

Namun karena jalan yang mereka lintasi dalam keadaan terpalang, korban lantas menyuruh anaknya turun dari mobil guna membuka palang tersebut.

“Tanpa diduga, pelaku tiba-tiba datang dan menghujamkan gancu ke arah anak korban. Akibatnya, anak korban terluka di bagian dada,” jelas Siswanto.

Di sisi lain, katanya, begitu melihat aksi brutal tersebut, korban bergegas turun dari mobilnya, serta berupaya menahan pelaku dan menyelamatkan anaknya.

Nahas bagi korban, dia justru terkena tusukan tojok kelapa sawit yang dihujamkan pelaku. Akibat tusukan itu, korban mengalami luka pada lengan kanan korban yang menembus dadanya. Seketika itu dia pun jatuh tersungkur bersimbah darah.

Menyadari situasi tersebut, lanjut Siswanto, istri korban sontak berteriak histeris meminta pertolongan warga. Keributan itu pun membuat pelaku panik dan bergegas melarikan diri meninggalkan kedua korban dalam kondisi sudah tidak berdaya.

Sebaliknya, sesaat setelah warga berdatangan, kedua korban langsung mendapat pertolongan. Malang bagi Bebas Sembirinh, dia tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia.

Pasca kejadian itu, RS pun diamankan tokoh masyarakat setempat dan diserahkan kepasa Kepala Desa Telagah, Suranta. Dari situ pelaku dibawa dan diamankan menuju Polsek Seibingai, berikut barang bukti tojok kelapa sawit berbahan baja, yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban.

“Saat ini RS ditahan di Mapolsek Seibingai. Namun Penyidik Unit Reskrim Polsek Seibingai masih mendalami motivasi pelaku melakukan aksi penganiayaan terhadap korban dan anaknya,” ujar Siswanto. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here