Saksi NSC Finance Persidangan Penarikan Kendaraan, Menguntungkan Konsumen

Sumatera Post, Bogor – Sidang lanjutan Perdata 184, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, dengan agenda mendengar keterangan saksi dari tergugat Finance NSC, terkait penarikan paksa kendaraan oleh Debt Collector, hingga kendaraan dijual di gelar Selasa (20/4/2021) siang.

Agenda sidang dijadwalkan pukul 11: 00 WIB molor satu jam dan persidangan berlansung di ruang Candra dipimpin ketua Majalis Hakim, Ummi Kusuma Putri, hakim anggota Mathilda Chrystina Katarina dan Malissa serta Panitera Astrid Hastridian.

Majelis hakim memberi kesempatan pada Kuasa hukum tergugat, untuk menanya saksi bawaan tergugat. Atas perintah majelis hakim kuasa hukum menanyakan beberapa hal pada saksi. Penjelasan saksi mengaku pernah bekerja di NSC finance sebagai Collector/pembayaran.

Baca Juga :  Penyekatan Cileungsi, Memutar Balik Sejumlah Kendaraan, Tes Antigen Umumnya Negatif

Saksi menyebutkan, berdasarkan historis yang dia baca, debitur alias penggugat pernah terjadi keterlambatan membayar dan tidak tepat waktu. Saat mencicil sering tidak tepat waktu dan beberapa kali terlambat.

Hal itu kata saksi diketahui berdasarkan historis yang dibacanya, karena saat kasus itu terjadi, saksi mengaku tidak terlibat langsung dan dirinya ditempatkan sebagai pengganti. “Terus sebagai saksi apa pungsi mu,” kata hakim anggota.

Kuasa hukum terus bertanya pada saksi tentang peralihan hak kepemilikan kendaraan. Saksi menjelaskan panjang lebar mekanisme penarikan kendaraan. Namun oleh ketua majelis hakim sempat dipotong, karena saksi tidak memiliki kewenangan atas mekanisme penarikan kendaraan. Saat didesak majelis hakim, “saya tidak mengetahui lebih lanjut,” tutur saksi.

Baca Juga :  Indocement Gelar Buka Puasa Virtual Dengan 100 Wartawan Regional Bogor

Saksi juga ditanya, Apakah mengetahui tentang pelelangan kendaraan pada pihak ketiga. Saksi pun menjawab tidak mengetahui lebih lanjut. Atas penjelasan saksi, Penggugat Iin Darliaman lansung menyela penjelasan saksi.

“Saya tidak pernah disomasi pihak NSC finance yang ada kendaraan saya lansung ditarik,” sela penggugat.

Informasi diperoleh kendaraan penggugat ditarik ditengah jalan, oleh Debt Collector saat kendaraan itu dipinjam tetangganya.

Kata saksi dalam persidangan, mekanisme bila terlambat bayar pihak NSC finance harus memberi somasi pada debitur, sebelum kendaraan itu di tarik atas perintah tergugat.

Penggugat Iin Darliaman menyangkal penjelasan saksi tergugat. Dirinya sebagai debetur tidak pernah di somasi pihak NSC finance dan tiba tiba kendaraannya di tarik. “Saya tidak pernah dapat peringatan dari NSC finance atas keterlambatan,” kata penggugat.

Baca Juga :  Polres Bogor Gelar Operasi Ketupat, Nekat Mudik Dipastikan Diputar Balik

Majelis hakim meminta kuasa hukum tergugat atau NSC Finance menghadirkan Herman ekskutor penarikan kendaraan yang bermasalah. Namun kuasa hukum tergugat menyangkal tidak bisa dihadirkan karena diancam. Majelis hakim lansung memberi tanggapan, Kanapa tidak lapor polisi ?. Kuasa hukum pun terdiam.

“Tidak benar, kemaren saya ketemu dengan Herman tidak ada masalah kok,” kata penggugat Iin Darliaman. Penggugat menambahkan tidak akan menghadirkan saksi dan mendesak majelis melanjutkan persidangan dengan agenda selanjutnya.

Akhirnya Ketua Majelis hakim memberi kesempatan pada penggugat dan tergugat menyepakati agenda persidangan minggu depan, dengan agenda Kesimpulan. Kedua belah pihak sepakat, permintaan majelis.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here