Sang Istri Dibunuh Secara Sadis oleh Suami Dengan Linggis

0
Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya (kanan) dan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri sedang menunjukan barang - barang bukti yang disita. (dok)

BANDUNG. Sumaterapost.co – Persoalan kebutuhan biologis terkadang bisa menimbulkan permasalahan besar, baik dalam kehidupan rumah tangga bahkan pacaran sekalipun. Kasus KDRT kerap terjadi di tanah air, berbagai penyebabnya antara lain faktor cemburu, ekonomi dan lain sebagainya yang menimbulkan nyawa melayang.

Bahkan bukan kasus KDRT saja yang kerap terjadi pembunuhan sadis, beberapa waktu silam kasus pembunuhan pasutri viral di medsos. Pasangan lesbian dan homoseks pun ikut mewarnai, dipicu cemburu, perselingkuhan, diajak kencan menolak yang pada akhirnya terjadilah pembunuhan. Persoalan hukum mereka pun menyadari sebagai konsekwensinya, mereka mencari jalan pintas buta mata terhadap korbannya.

Selasa (10/3/2020) dini hari terjadi insiden pembunuhan sadis yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya sendiri di Jl. Citepus RT. 1/5 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Kota Bandung Jawa Barat. Seorang suami paruh baya Agus Subardiono (57) tega menghabisi nyawa istrinya Yoyoh Rokayah (55) hingga tewas mengenaskan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Sumaterapos.co dari beberapa sumber yang dapat dipercaya. Selama beberapa hari belakangan ini Agus Subardiono (57) menampakan wajahnya menyimpan kekesalan. Namun bagi tetangganya, tidak terlalu diambil serius. Mereka menganggapnya persoalan biasa dalam bahtera rumah tangga.

Baca Juga :  KUNCEN Cagar Budaya Dipaksa Mengundurkan Diri

Agus Subardiono (57) suka keluar ditengah malam hari, itupun hanya diteras rumahnya. Tidak lama kemudian dia masuk kembali ke dalam rumahnya. Para tetangga tidak menyangka peristiwa yang menggegerkan warga Cicendo. Pasangan Suami Istri (pasutri) yang usianya sudah setengah abad, menyimpan rasa cemburu begitu amat dalam.”ya tidak menyala juga sih pak…kan dia usianya sudah 57 dan 55 ukuran umur cukup tua lah” ungkap salah satu tetangganya.

Kapolrestabes Kombes Bandung Ulung Sampurna Jaya terkait kasus pembunuhan oleh pasutri di Jl. Citepus menggelar Konferensi Pers di Mapolrestabes Bandung Jl. Jawa Kota Bandung Selasa (10/3/2020). Dalam keterangan pers nya Ulung Sampurnajaya menyampaikan. Motif pelaku menghabisi nyawa istrinya lantaran kesal selalu menolak setiap diajak berhubungan badan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku dikorek keterangan bahwa pelaku sampai tega menghabisi nyawa istrinya karena selalu menolak jika diajak berhubungan badan. Selain itu dipicu rasa cemburu karena menduga istrinya selingkuh dengan lelaki lain” terangnya.

Pada malam kejadian, Agus mengajak Yoyoh berhubungan badan sebagiman kewajiban suami istri. Akan tetapi Yoyoh kembali menolaknya, Agus yang mengalami struk ringan marah – marah terhadap istrinya. Ungkapan kekesalan pun terlontar dari mulutnya, mencoba untuk meminta lagi tetap Yoyoh tidak mau ajakannya.

Baca Juga :  Polisi Membongkar Kuburan Lina Jubaedah

Pelaku kemudian mengambil pipa besi dan sebuah pisau di dapur, untuk membunuh korban. kepala korban dipukul dengan pipa besi panjang sekitar 50 cm oleh pelaku. Meskipun korban sudah tidak berdaya, kemudian perut korban ditusuk dengan sebilah pisau sehingga korban meninggal dunia bersimpuh darah.

“Kepala korban dipukul sebanyak 3 kali, lalu perutnya ditusuk menggunakan pisau. Setelah melakukan pembunuhan pelaku pun tetap berada dirumahnya, berkat laporan warga makan lalu kami mendatangi Tempat Kejadia. perkara (TKP)” ungkap Ulung.

Pihak kepolisian menyita satu buah pipa besi panjang sekitar 50 cm, sebilah pisau dapur, pakaian korban dan sepray yang penuh noda darah korban. Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 44 Ayat 3 UU-RI No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancama 15 tahun penjara. (Yadi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here