SumateraPost – Lato-lato saat ini menjadi mainan yang sedang populer dan viral. Mainan ini sekarang dimainkan oleh semua usia, baik anak-anak sampai orang dewasa. Mainan lato-lato ini terdiri dari dari dua bandulan pendulum yang terbuat dari material plastik. Kedua bandulan pendulum tersebut tersambung satu sama lain menggunakan benang nilon ataupun tali. Ada sebuah cincin pada bagian tengah tali.
Cincin tersebut menjadi gagang yang mampu membuat dua bandulan pendulum tersebut bergerak. Harga mainan lato-lato ini terbilang bervariasi. Supaya lebih praktis, Anda bisa membeli mainan lato-lato secara online lewat Shopee.
Terlebih lagi, Shopee punya berbagai opsi metode pengiriman, termasuk COD (bayar di tempat). Perlu diketahui, Anda bisa membayar mainan lato-lato yang dipesan secara tunai kepada kurir yang bertugas sebelum paket dibuka dalam metode COD dari Shopee. Selain itu, Shopee juga menghadirkan promo Gratis Ongkir RP0 dan Gratis Pengembalian untuk setiap pembelian dengan metode COD (bayar di tempat).
Meski kembali populer dan menjadi viral saat ini, mainan lato-lato ini sudah sempat menjadi tren di beberapa waktu lalu. Lantas, bagaimana kira-kira asal usul dari mainan lato-lato? Berikut ini pembahasan selengkapnya!
Asal Usul Lato-Lato
Perlu diketahui, lato-lato sendiri bukan merupakan mainan asli Indonesia. Mainan ini mulai muncul pada tahun 1960-an di Argentina. Namun, lato-lato baru mulai mendapatkan popularitasnya saat merambah ke Amerika Serikat di tahun 1970. Lato-lato menjadi mainan populer di kalangan anak-anak Amerika Serikat pada kala itu. Di Amerika Serikat, mainan lato-lato dikenal dengan sebutan clackers ball.
Walaupun populer, mainan lato-lato pernah dilarang peredarannya oleh FDA selaku badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan mainan lato-lato disinyalir memiliki kandungan bahan kimia yang mudah terbakar. Tiga tahun setelahnya muncul kewenangan baru, yaitu “Child Protection and Toy Safety Act”.
Kewenangan ini melarang penjualan mainan yang dianggap berbahaya, termasuk lato-lato. Bukan tanpa alasan kenapa lato-lato waktu itu dianggap berbahaya. Di samping suaranya yang mengganggu, lato-lato dianggap berbahaya untuk dimainkan karena bahannya terbuat dari kaca pada waktu itu. Karena terbuat dari kaca, lato-lato rawan pecah dan serpihannya bisa melukai pemainnya.
Karena banyak anak-anak yang memainkannya terluka, bahkan mengalami cedera mata, maka mainan ini pun dilarang di Amerika Serikat. Mainan ini kembali populer di era 90-an. Pada era ini, lato-lato sudah dirancang dalam versi baru yang menggunakan plastik modern sehingga tidak akan pecah.
Menariknya, pada bulan Agustus 1971 sempat diadakan kejuaran dunia lato-lato atau clackers, sesuai sebutannya di Benua Eropa. Kejuaraan dunia ini diadakan di Desa Calcinatello, Italia.
Dalam kejuaraan dunia ini, para peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Swiss, Belgia, Inggris, Belanda, bahkan dari Kanada hadir untuk saling beradu kemampuan mengayunkan clackers.
Asal Nama Lato-Lato
Perlu diketahui, nama lato-lato adalah penyebutan mainan ini di Indonesia. Nama lato-lato sendiri disinyalir berasal dari bahasa Suku Bugis. Lato-lato ini diserap dari “kajao-kajao” yang artinya adalah nenek-nenek dalam bahasa Suku Bugis.
Di luar Indonesia, mainan lato-lato ini punya sebutan yang berbeda-beda. Lato-lato dikenal sebagai knockers, clankers, ker-bangers, ataupun click-clacks. Sedangkan di Amerika Serikat, lato-lato ini dikenal sebagai clackers ball ataupun Newton’s yo yo.
Cara Memainkan Lato-Lato
Sebagai informasi, bentuk lato-lato ini hampir serupa dengan bolas, sebuah senjata yang berasal dari Argentina.
Bolas ini dibentuk dari dua bola polimer yang padat. Adapun, masing-masing bola polimer ini punya diameter sekitar 5 cm dan melekat di tali kokoh yang punya gagang di tengahnya.
Untuk memainkan lato-lato sebenarnya cukup simpel. Anda hanya perlu mengayunkannya dari atas maupun dari bawah. Kedua bola pada lato-lato yang berbenturan dengan kuat akan menghasilkan suara “klak-klak” yang keras.
Anda harus menggenggam bagian tengah dari tali penghubung bola saat memainkan lato-lato. Lewat gerakan naik turun, kedua bola di lato-lato akan berayun dan saling membentur untuk menghasilkan bunyi yang khas dari mainan ini.
Jika berlatih secara rutin, Anda pasti bisa membuat kedua bola pada lato-lato dapat berayun hingga saling berbenturan dari bagian atas maupun bawah tangan. Jika sudah lancar melakukannya, maka Anda pun kemungkinan besar bisa membuat ayunan kedua bolanya sampai sudut 180 derajat.
Perlu diingat, gerakan tangan yang tepat dalam memastikan tali penghubung tetap lurus saat kedua bola tersebut diayunkan menjadi kunci terpenting dalam memainkan lato-lato.
Dengan begitu, kedua bola di lato-lato dapat berayun dan saling berbenturan secara teratur pada bagian atas maupun bawah tangan. Pada dasarnya, tujuan memainkan lato-lato memang mempertahankan bunyi “klak-klak” secara terus menerus dan selama mungkin.
Manfaat Dari Bermain Lato-Lato
Terdapat beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika memainkan lato-lato, antara lain:
– Melatih Kesabaran
– Melatih Keseimbangan Tubuh
– Melatih Kemampuan Dasar Motorik
– Melatih Ketenangan Pikiran
– Membuat Kepercayaan Diri Bertambah
Itulah pembahasan selengkapnya tentang lato-lato, termasuk seputar asal-usulnya. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya!




