Sejak Februari, PKMI Binjai Sudah Lakukan Pencegahan COVID-19

0

SumateraPost.co, Binjai – Yayasan Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) Kota Binjai menyatakan langkah pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah dilakukan sejak 10 Februari 2020.

“Langkah pencegahan sebenarnya sudah kita lakukan sejak Februari lalu. Dimana masing-masing guru, siswa, staf, dan satpam sekolah setiap pagi memang kita periksa suhu tubuh mereka,” kata Ketua Yayasan PKMI Kota Binjai, Peterus Long SH MH, Sabtu (21/03/2020).

Hanya saja setelah mencuatnya isu penyebaran COVID-19 di berbagai negara, pihaknya memutuskan untuk lebih memaksimalkan langkah antisipasi mulai 6 Maret 2020, sesuai hasil rapat dewan guru pada 5 Maret 2020.

Di sisi lain, Peterus membenarkan salah satu orangtua siswa di lingkungan Yayasan PKMI Kota Binjai saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUP H Adam Malik, Kota Medan, akibat terinfeksi COVID-19.

Hanya saja dia membantah jika suami dan anak pasien turut terinfeksi virus mematikan itu, pasca mereka melakukan perjalanan wisata rohani ke Yerusalem. Sebaliknya, kondisi kesehatan sang ibu saat ini pun relatif stabil.

“Sampai saat ini, yang positif COVID-19 hanya ibunya. Sedangkan ayah dan anaknya negatif, termasuk empat anggota keluarga mereka yang ikut dalam rombongan,” terang Peterus, didampingi Pimpinan Sekolah, Drs Robert MPd.

Baca Juga :  Warga Bersyukur Jalan Induk Desa Teupin Siron Mulai di Perbaiki

Menurut Peterus, siswa dan kedua orangtuanya, serta empat anggota keluarga mereka, tiba di Indonesia dari perjalanan wisata rohani ke luar negeri pada 1 Maret 2020. Si anak bahkan semoat masuk sekolah pada 3 hingga 5 Maret 2020.

Namun setelah mencuatnya isu COVID-19, serta mempelajari riwayat perjalanan wisata rohani orangtua siswa dan siswa terkait, pada akhirnya Yayasan PKMI Kota Binjai meminta orangtua siswa bersangkutan agar anaknua menjalani kegiatan belajar secara mandiri di rumah selama 14 hari, mulai 6 Maret 2020.

“Kebijakan ini sendiri dibuat berdasarkan hasil rapat dewan guru pada 5 Maret 2020, dengan menghasilkan empat keputusan utama,” ujar Peterus.

Keempat keputusan itu antara lain, merumahkan sementara guru dan staf sekolah yang sempat melakukan perjalanan ke negara pandemik COVID-19 selama 14 hari.

Kemudian, merumahkan sementara siswa yang sempat melakukan perjalanan ke negara pandemik COVID-19 selama 14 hari, dan menyesuaikan pola belajar siswa dengan menerapkan konsep belajar mandiri di rumah.

Selanjutnya, memaskimalkan langkah pencegahan COVID-19 bagi guru, siswa, staf, dan satpam sekolah, dengan meningkatkan intesitas cuci tangan, mengubah pola bersalaman, rutin menjaga kebersihkan ruangan dan kelas, serta melakukan sosialiasi hidup bersih dan sehat kepada siswa.

Baca Juga :  Pringsewu Minim RPA, Pemudik Rawan Tersesat

Lalu, mengupayakan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh ruangan dan kelas, lewat korodinasi dan kerjasama dengan pejabat dari dinas dan instansi pemerintah terkait.

“Kita pun turut mengapresiasi langkah cepat tanggap Pemerintah Kota Binjai dalam mencegah penyebaran COVID-19, khususnya dengan menunda kegiatan belajar-mengajar di sekolah selama dua pekan,” seru Peterus.

Secara khusus dia pun meminta seluruh orangtua siswa dan siswa di lingkungan Yayasan PKMI Kota Binjai tidak panik, menyusul dirawatnya salah satu orangtua siswa di RSUP H Adam Malik, pasca dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 per 15 Maret 2020 lalu.

“Atas nama pribadi dan mewakili Yayasan PKMI Kota Binjai, saya harapkan seluruh orangtua siswa dan siswa tidak panik. Sebab sekolah akan terus berbuat yang terbaik untuk melindungi seluruh siswa dan guru,” pungkas Peterus.

Apalagi masa karantina siswa terkait dan keluarganya pasca mereka pulang dari perjalanan wisata rohani ke luar negeri pada dasarnya sudah melewati masa inkubasi virus corona.

“Secara umum, saya kira situasinya sudah aman. apalagi masa inkubasi virus corona sudah dilewati. Sebab sepulang dari luar negeri per 1 Maret lalu, sejauh ini siswa bersangkutan dan ayahnya tetap negatif,” ujar Peterus.

Baca Juga :  Aksi sobat mustafa lamteng Bagi Takjil Gratis

Seperti diketahui sebelumnya, satu warga Kabupaten Langkat yang berdomisili di Kota Binjai harus dirawat di RSUP H Adam Malik, per 15 Maret 2020 lalu, setelah dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

Dia diduga teronfeksi virus corona saat mengikuti perjalanan wisata rohani ke Yerusalem dan beberapa negara lainnya pada akhir Februari 2020 lalu.

Beruntung tujuh anggota keluarga pasien, termasuk suami dan anaknya, yang diketahui siswa Yayasan PKMI Kita Binjai, dinyatakan negatif. Saat ini mereka terdata sebagai enam dari 17 orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19 di Kota Binjai. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here