Sekali Operasi, Pencuri dan Penadah HP Diringkus Polsek Pangkalansusu

0

SumateraPost.co, Langkat – Dua pria diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalansusu, Polres Langkat, atas dugaan keterlibatan mereka sebagai pelaku pencurian dan penadahan barang hasil curian, Jumat (14/02/2020).

Kedua pria yang diamankan itu masing-masing berinisial HF alias Jeva (34), dan MI alias Abah (46). Keduanya warga Desa Seisiur, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti telepon seluler Samsung Galaxy J7 Prime warna hitam, yang diduga barang hasil curian.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Langkat, AKBP Doddy Hermawan, melalui Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas), AKP Rohmat, Sabtu (15/02/2020) pagi, mengatakan, kedua tersangka ditangkap secara terpisah.

Dalam hal ini, tersangka MI ditangkap terlebih dahulu di Dusun IV Kampung Dalam, Desa Seisiur. Setelah itu, giliran tersangka HF ditangkap di Dusun I Kurnia, Desa Seisiur.

“Kasus pencurian ini sendiri terjadi pada 25 Januari 2020 lalu, tepatnya di salah satu rumah dalam lingkungan Penginapan PT Tisa Lestari. Menariknya, korban dan kedua pelaku masih bertetangga,” sebut Rohmat.

Baca Juga :  LIRA Binjai Desak Penempatan Operator Alkes RS Djoelham Sesuai Kompetensi

Menurutnya, operasi penangkapan terhadap kedua tersangka dilakukan polisi dengan menindaklanjuti laporan Nizar Fadli (22), petugas kebersihan PT Tisa Lestari, warga Dusun IV Panton, Desa Seisiur, yang dilayangkannya pada 11 Februari 2020.

Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengaku kehilangan telepon selulernya, usai menginap di salah satu rumah dalam areal penginapan PT Tisa Lestari, bersama dua temannya, Fahmi Idris (20) dan Sandi Syah Fikri (24), pada 25 Januari 2020 silam.

“Korban sendiri menyadari telepon seluler itu menghilang pada pagi harinya, setelah dia terbangun,” seru Rohmat.

Dimana menurut korban, sebelum dia tertidur, dia sempat ngobrol bersama dua temannya. Namun karena terlanjur mengantuk, tanpa sadar telepon seluler itu tidak sempat disimpan dan tergeletak begitu saja di atas badan.

“Saat korban menanyakan keberadaan telepon seluler itu kepada dua temannya, mereka justru tidak tahu. Apalagi kondisi rumah relatif aman, karena tidak ditemukan pintu atau jendela yang rusak,” ungkap Rohmat.

Beruntung setelah kasus tersebut ditangani Tim Opsnal Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pangkalansusu, teka-teki siapa pelaku pencurian telepon genggam korban akhirnya dapat terungkap.

Baca Juga :  Jadi Pengedar Sabu, IRT di Langkat Diamankan Polisi

Ini menyusul penangkapan tersangka penadah telepon seluler curian milik korban berinisial MI alias Abah oleh Tim Opsnal Polsek Pangkalansusu yang dipimpin Kepala Unit (Kanit) Reskrim, Ipda Hermawan.

“Setelah diinterogasi, tersangka MI mengakui mendapatkan telepon seluler itu dari tersangka HF, yang diketahui menggadaikan barang tersebut seharga Rp 650 ribu,” terang Rohmat.

Menindaklanjuti keterangan tersangka MI, seketika itu polisi pun menangkap tersangka HF, pada saat pria tersebut sedang berkunjung ke rumah kerabatnya, di Dusun I Kurnia, Desa Seisiur.

Pasca operasi penangkapan itu, kedua tersangka dan barang bukti telepon seluler diduga hasil curian, selanjutnya dibawa dan diamankan menuju Markas Kepolsiian Sektor (Mapolsek) Pangkalansusu.

“Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat pasal pidana berbeda,” seri Rohmat.

Terhadap tersangka HF, menurutnya, Polsek Pangkalansuau menjerat pria tersebut dengan Pasal 363 Ayat (1) Butir (3e) KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun kurungan penjara.

Sedangkan terhadap tersangka MI, Polsek Pangkalansusu menjeratnya dengan Pasal 480 KUPidana tentang penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun kurungan penjara. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here