Sekda Ade Sarip: Saya Wakafkan Diri Untuk Pemkot, Terkadang Gunakan Kaca Mata Kuda

SumateraPost, Bogor – Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bogor, Ade Sarip Hidayat benar benar Nyunda. Pertama kali mau menjadi Sekda dia datangi wartawan dan mau masuk pensiun pun kembali mendatangi wartawan.

Selain Nyunda, Ade Sarip Hidayat menjadi Sekda terpanjang. “Saya menjabat Sekdakot Bogor selama tujuh tahun, dua walikota”, kata Ade Sarip Hidayat saat ditemui di Balaikota Jumat (25/9/2020).

Kini jabatan itu akan berakhir 30 September 2020. Untuk mencari penggantinya, Pemkot Bogor menggelar open Biding. Setelah melalui proses panjang muncul tiga kandidat.

Diantaranya, Firdaus, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu atap (DPMPTSP) Kota Bogor, Hanafi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor dan Syarifah Sofiah Dwikorawati menjabat Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.

Menurutnya, ketiga kandidat beda tipis 11- 12. Namun, tersiar kabar Syarifah Sofiah Dwikorawati, memiliki nilai tertinggi hasil seleksi open biding. Siapa pengganti Ade Sarip, kabar yang didapat belum terdengar nyaring.

Ade Sarip menjelaskan, dirinya selama menjabat Sekdakot Bogor dia bekerja totalitas untuk Pemkot Bogor, sebagai pelayan publik.

“Saya selama menjabat Sekda, saya sepenuhnya mewakafkan diri saya sebagai pelayan publik dan pemerintah. Tak pernah terbesit ngurusin proyek, tapi bukan tak tau,” katanya.

Dikatakan, selama bekerja sebagai Sekda terkadang menerapkan pola kerja dengan menggunakan kaca mata kuda. Tapi bukan berarti tidak tau apa yang terjadi disekelilingnya.

“Selama kondusip, terkadang saya menggunakan kaca mata kuda. Tapi bukan berarti apatis,” kata Ade Sarip.

Informasi terakhir di peroleh, ketiga kandidat sama sama ambisius. Menggunakan segala kekuatan, untuk menjadi orang ketiga di Pemkot Bogor. Berbagai lobi lobi dilancarkan, dengan aktivitas tinggi. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here