Selain Binjai, 4 Daerah di Sumut Juga Menggelar Pemungutan Suara Ulang

SumateraPost, Binjai – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merekomendasikan pelaksanaan pemungutan suara ulang terhadap lima TPS pada lima kabupaten/kota di Sumatera Utara, yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Ada lima TPS pada lima kabupaten/kota di Sumatera Utara yang melaksanakan pemungutan suara ulang,” ungkap Komisioner Bawaslu Sumatera Utara Divisi Pengawasan, Suhadi Sukendar Situmorang, saat meninjau pemungutan suara ulang di TPS 03, Kelurahan berngam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sabtu (12/12/2020) pagi.

Baca Juga :  Jelang Akhir Masa Jabatan, DPRD Pasaman Gelar Sidang Pemberhentian

Dikatakan Suhadi, selain satu TPS di Kota Binjai, empat TPS di empat kabupaten lain juga melaksanakan pemungutan suara ulang. Antara lain, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Karo, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Mandailingnatal.

“Namun hanya satu TPS di Kabupaten Mandalingnatal yang sampai saat ini belum menentukan jadwal pemungutan suara ulang, karena masih harus menunggu hasil rapat pleno dengan KPU setempat,” ujarnya, didampingi Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto SH MH, dan Komisioner KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hitagalung.

Baca Juga :  Oknum Anggota DPRD Sumut Penuhi Panggilan Polisi

Mengenai penyebab dilakukannya pemungutan suara ulang di lima TPS pada lima daerah terkait, Suhadi mengaku, hal tersebut dipicu karena adanya temuan pelanggaran pemilu, saat pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember lalu.

Seluruh pelanggaran dimaksud meliputi temuan warga yang memilih lebih dari satu kali, adanya Formulir Model C Pemberitahuan yang digunakan orang lain, hingga KPPS yang melakukan penghitungan suara terlalu cepat atau sebelum jam pemungutan suara ditutup pada pukul 13.00 wib.

Baca Juga :  Jelang Akhir Masa Jabatan, DPRD Pasaman Gelar Sidang Pemberhentian

“Meskipun pemungutan suara harus diulang, namun dari pantauan kita di lapangan ternyata antusiasme warga menggunakan hak pilihnya masih tetap tinggi. Ini cukup membuktikan bahwa masyarakat kita sudah sangat menyadari pentingnya berpartisipasi dalam pemilu,” ujar Suhadi. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here