Seminar Daring RTIK Berkreasi, Dosen IIB Darmajaya Bicara Konsep Smart Village

SumateraPost, BANDARLAMPUNG – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi pembicara dalam seminar daring Digital Government #RTIK Berkreasi “Pembangunan Smart Village di Tulang Bawang” Minggu, (6/9/20).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulang Bawang, Relawan TIK, Siberkreasi dan IIB Darmajaya dengan pembicara Sekretaris Jenderal RTIK sekaligus Dosen IIB Darmajaya Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom. dan Dr. Chairani Fauzi, S.Kom., M.Eng., serta Kepala Dinas Kominfo Tulang Bawang Dedi Palwadi. Adapun dalam seminar daring dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai macam profesi.

Kepala Dinas Kominfo, Tulang Bawang, Dedi Palwadi dalam paparannya mengatakan dalam Era Revolusi Industri 4.0 pemanfaatan teknologi digital harus dilakukan untuk pembangunan daerah. “Karena dengan menguasai teknologi digital maka dapat menguasai Era Revolusi Industri 4.0. Kabupaten Tulang Bawang telah melakukan kerjasama dengan Kabupaten Banyuwangi yang menjadi percontohan terbaik penerapan smart kampung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dari kegiatan ini, Dedi mengharapkan adanya masukan untuk menerapkan Smart Village di Kabupaten Tulang Bawang. “Karena dengan membangun dari pinggiran yakni desa maka pembangunan kecamatan dan kabupaten, provinsi hingga pusat berdampak. Tulang Bawang juga memiliki UMKM yang telah menawarkan produknya melalui website namun belum maksimal. Diharapkan dari Relawan TIK dapat memberikan masukan untuk pembangunan digital di Tulang Bawang,” ujarnya.

Dr. M. Said Hasibuan menerangkan konsep Smart Village harus didukung oleh beberapa hal. “Society yakni masyarakat bisnis, masyarakat ekonomi, masyarakat informasi, dan masyarakat mandiri. Adanya infrastruktur pendukung seperti energi, broadband, dan sensor,” tuturnya.

Juga didukung teknologi yang akan digunakan seperti solar cell, internet, dan IoT. “Dimana penerapannya akan membuat smart energy, smart farm, smart service, smart home, smart ekonomi dan smart education,” ujarnya.

Doktor lulusan UGM ini juga menjelaskan untuk memacu implementasi tersebut setiap desa diberikan reward dan punishment dalam penerapan konsep Smart Village. “Seperti Kominfo yang menyematkan Banyuwangi. Kami teman-teman Relawan TIK akan membantu dalam menentukan indikator penilaian,” imbuhnya.

Dr. Chairani Fauzi menambahkan penerapan IoT juga termasuk dalam Smart Home. “Setiap orang dapat mengontrol aktivitas peralatan rumah dengan menggunakan android,” ungkapnya.

Pemanfaatan IoT dalam Smart Home juga menggunakan renewable energy. “Penghematan energi dan ramah lingkungan juga sangat baik dalam konsep Smart Home maupun Smart Village,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here