Seniman Muda Taja Pergelaran Seni di Karimun Jawa

Salah satu penampil dari Sanggar Batulawang, Sipakainge Sedang Menujukan Bakat Tari di Panggung Ekspresi Seni Anak Pulau.

SumateraPost, Karimun Jawa – Sekelompok seniman muda Bunga Jabe, Kemujan, Karimun Jawa menaja pergelaran kesenian di Bunga Jabe dan Batu Lawang, Jumat- Sabtu (6 – 7/11/2020).

Pergelaran Seni Ekspresi Seni Anak Pulau mengusung tajuk : ” Menampak Tapak Sanggar-Sanggar” ini ditaja di Pantai Bunga Jabe (Jumat) dan di Alun-Alun Batulawang Kampung Bugis (Sabtu).

Tim Ekspresi Seni Anak Pulau Sedang Menikmati Keindahan Pantai Bunga Jabe, Kemujan Karimun Jawa.

Ketua Panitia, Ahmad Fauzi mengatakan, gelaran acara Ekspresi Seni Anak Pulau ini diadakan sebagai respon dari acara Purnama Merindu di Kepulauan Karimunjawa yang menjadi wadah untuk saling berbagi keresahan antar sanggar. Selain itu, lanjut Ahmad Fauzi, di Kepulauan Karimunjawa memiliki sanggar-sanggar kesenian seperti tari, seni, dan pencak silat, event ini diharapkan bisa jadi wadah kreativitas bersama.

Dengan adanya sanggar-sanggar di Karimun Jawa, seniman muda dari Kota Semarang menggandeng sanggar-sanggar yang berada di Kepulauan Karimun Jawa untuk menyiapkan wadah untuk pementasan bersama. “Lewat event ini masing-masing sanggar bisa unjuk kreativitas dan juga sebagai wadah edukasi,” ujar Ahmad Fauzi di Karimun Jawa, sabtu (7/11) .

Kegiatan pergelaran ditaja di dua tempat, pasalnya, masing-masing tempat ini punya potensi seni dan menarik untuk ditumbuhkembangkan. “Bunga Jabe dan Batulawang merupakan tempat yang menarik. Menariknya adalah mayoritas ditempati oleh Suku Bugis. Disisi lain, tempat yang kita tempati juga salah satu yang terkena dampak sampah laut gegara angin muson timur, ” terangnya.

Lebih lanjut Ahmad Fauzi mengatakan, acara Ekspresi Seni Anak Pulau mendapatkan respon baik dari warga Kepulauan Karimun Jawa. Masyarakat setempat selain haus hiburan dan juga memerlukan pembelajaran bentuk-bentuk seni baru. Sanggar-sanggar yang ada di Karimun Jawa juga mendapatkan pengalaman dan referensi baru dari gelaran acara ini,” imbuh Ahmad Fauzi.

Ke depan, harapannya, kegiatan Ekspresi Seni Anak Pulau ini bisa digelar kembali bertujuan untuk menumbuhkembangkan kebudayaan dan kesenian di Karimun Jawa.

“Kegiatan positif untuk memajukan kesenian dan kebudayaan ini harus terus dilanjutkan, tentunya dengan materi dan pementasan yang menarik,” ujar Ahmad Fauzi.

Pentas Seniman Karimun Jawa dan Semarang

Pergelaran diisi dengan penampilan sanggar dan komunitas baik dari Semarang maupun dari, Bunga Jabe, Batulawang dan Karimun Jawa, yaitu dari Sanggar Danang Joyo, Sanggar Carica, Sanggar Pajaga, Satu Darah, Sanggar Sipakainge, Sanggar Putri Pamojan, Lanang Wadon, Timiki Indonesia,Teater Emperan Kampus Universitas Diponegoro Semarang, Teater Mata Jiwa, Teater Gema UPGRIS.

Winda Ayu Sayekti , penampil dari berharap , kegiatan pergelaran seni ini ke depan bisa digelar kembali, selain untuk melestarikan budaya juga untuk menarik wisatawan.”Saya merasa senang dan bangga bisa tampil dalam event ini. Apalagi kegiatan Ekspresi Seni Anak Pulau ke depan akan digelar rutin. Pasalnya, selain bermanfaat untuk wadah kreativitas seniman juga bisa menjadi magnet menarik wisatawan ke Kepulauan Karimun Jawa, “ujar Winda mengunci perbincangan. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here