Seorang Pria Maki Petugas, SatPol PP Borgol Warga Tak Pakai Masker

Sumaterapost, Bogor – Andi Albar (29) warga Megamendung, Kabupaten Bogor. Maki maki petugas, setelah kedua tangannya di bergol Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), saat operasi penertiban di kawasan Puncak Bogor Sabtu (19/9/2020).

Andi melintas dikawasan Puncak menggunakan kendaraan roda dua dan tak pakai masker. Pemkab Bogor tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan berlakunya sistim.

“Gua diborgol, gara gara tak pakai masker. Bapak ini yang suruh,” kata Andi Albar pelanggar PSBB.

Andi di bargol oleh anggota Satpol PP, sebagai sanki sosial. Berharap tidak mengulangi kesalahan serupa, keluar rumah tak pakai masker dan patuh ketentuan PSBB akan didenda.

Pria pengendara roda dua itu histeris sebagai bentuk protes. Karena menurutnya orang dibargol itu, pelanggar pidana, Dia histeris saat didata petugas. “Coba ini lihat tangan ku dibergol dan aku bukan pelanggar pidana,” teriakannya.

Saat Andi memaki-maki petugas, mencuri perhatian banyak orang yang melintas di jalur Puncak. Petugas mencoba menenangkan dan memberi penjelasan, agar taat aturan dan selalu memakai masker serta tak mengulangi lagi.

Anggota pun memberikan pilihan sanksi pada Andi, apakah membayar denda sebesar Rp100.000 atau dikenakan sanksi sosial.

“Denda gini doang Rp100.000, saya tidak tahu dan saya tidak menggunakan media sosial,” ungkapnya

Pemkab Bogor telah melakukan sosialisasi sebelum sanki diberlakukan. Sosialisasi pada masyarakat sampai tingkat desa dan juga menggunakan media sosial, agar masyarakat patuh menggunakan masker.

Meski demikian, Andi Albar tetap mengelak dan membandingkan dirinya dengan pelanggar yang tidak menggunakan masker juga.

“Kenapa bapak itu tidak, yaudah saya ambil sanksi sosial baca Pancasila lima butir,” tuturnya.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho menjelaskan, pemakaian borgol bertujuan sebagai efek jera dan hanya sebentar.

“Itu untuk efek jera saja, tidak ada apa-apa hanya agar masyarakat sadar. Penggunaan masker sangat penting. Bagian dari protokol kesehatan,” pungkas Agus. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here