Sepakat Resmi Damai, Laporan Dicabut Tinggal Tunggu Surat Perjanjiannya

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Kasus penamparan oleh Kasek SMAN 1 Pemulutan Selatan yang viral dan berujung pada pelaporan dari sejumlah Walmur di Mapolres Ogan Ilir beberapa waktu lalu kini memasuki babak baru. Pasalnya, kedua belah pihak yang berkonflik akhirnya memutuskan untuk berdamai secara kekeluargaan disertai surat perjanjian.

Bertempat di SMAN 1 Pemulutan Selatan Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir, pertemuan mediasi tersebut berakhir dengan kesepakatan damai hitam di atas putih antara wali murid (walmur) dengan pihak sekolah (Kasek).

Menurut Sekretaris PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kita dari PGRI menyikapi dan mengambil pelajaran yang sangat berharga atas kejadian ini.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

“Kami di sini hanya menghadiri selaku keluarga guru (PGRI). Alhamdulillah tadi kita sudah bermediasi antara walmur dan pihak sekolah. Mereka sepakat untuk berdamai kekeluargaan. Tinggal lagi menunggu kesepakatan di atas kertas nya nanti,” kata M. Soleh Bina kepada wartawan usai acara.

Disinggung mengenai isi perjanjian kesepakatan damai tersebut, M. Soleh menyebutkan bahwa intinya itu kedua belah pihak sudah memutuskan untuk saling memaafkan, saling mengkoreksi diri masing-masing, bersama-sama untuk perbaikan ke depannya.

Sementara itu, Pengawas Lingkungan Sekolah Kabupaten Ogan Ilir, Chandra Dewi saat dimintai keterangannya usai pertemuan upaya mediasi ini mengatakan, kesimpulannya kita semua baik walmur maupun pihak sekolah akan mendidik anak-anak ini secara bersama-sama.

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

“Segala khilaf yang dilakukan guru ataupun Kasek dimaafkan oleh walmur. Demikian pula kesalahan para anak-anak terhadap gurunya pun dimaafkan. Intinya kedua belah pihak ini saling memaafkan,”ujarnya.

Setelah ini, sambung Chandra Dewi, untuk surat perjanjian perdamaian hitam di atas putihnya itu di pertemuan sekali lagi, nantinya para walmur akan diundang kembali ke sekolah.

“Tentunya kita sama-sama ingin anak-anak maju dan jangan ada lagi kasus viral yang berbau negatif,” imbuhnya.

Diakuinya, memang tindakan penampilan tersebut tidak dibenarkan, namun terlepas dari semua itu mungkin ada kekhilafan sebagai manusia biasa.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

“Harapan ke depan tidak ada lagi hal seperti ini. Siswa juga hendaknya tidak berbuat aneh-aneh. Untuk Kasek nya akan kami lakukan pembinaan agar lebih bersabar lagi dalam menghadapi macam-macam karakter anak didiknya,”pungkasnya.

Terpisah, Walmur yang membuat laporan pun langsung mendatangi Mapolres Ogan Ilir guna mencabut laporannya dan menyatakan bahwa mereka dan pihak sekolah (Kasek) sepakat berdamai disertai surat perjanjian.

“Permasalahan ini sudah clear. Nanti akan ada surat perjanjiannya antara kami dan pihak sekolah. Perdamaian inipun mendapat pendampingan dari 2 anggota DPRD Ogan Ilir. Semoga ke depan kejadian yang demikian tidak terulang lagi,”tutup Pitung.

 

 

Laporan Jurnalis FC Ogan Ilir-Sumsel