Sesumbar Bima Arya, Gempur PKL Lawang Seketeng Belum Terbukti

SumateraPost, Bogor– Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jalan Lawang Saketeng, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, sepertinya tak hiraukan instruksi orang nomor satu di Kota Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyebutkan satu jengkal pun tak akan mundur untuk menggempur para PKL yang berjualan di kawasan tersebut. Ungkapan disampaikan Bima Arya saat Ulang Tahun Perumda Pasar Pakuan Jaya di Pasar Sukasari (29/7/2020).

Kenyataan berbanding terbalik, hingga saat ini ratusan PKL Lawang Saketeng kembali berjualan sepertinya mengabaikan ancaman Bima Arya.

Hasil monitoring Sumatera Post di lokasi, para PKL kembali menyerbu kawasan itu dengan menggelar dagangannya. Belum sebulan Pemkot Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu Kodim 0606 dan Polres Bogor Kota mengusir para PKL di Lawang Saketeng.

Hampir 24 jam, kawasan Lawang Saketeng dijaga ketat puluhan anggota Satpol PP, berikut ditongkrongkan beberapa unit kendaraan oprasional disana. Hebatnya, para PKL tetap saja berjualan, seperti tak bersalah.

Anggota Satpol PP pun, memilih berbaur dengan para PKL dan membiarkan mereka menggelar jualannya. Ternyata, Sesumbar dan janji Walikota Bima untuk menggempur kawasan Lawang Saketeng, belum terbukti.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Agustiansyah saat dikonfirmasi mengelak, jika SatPol PP dikatakan lempar handuk, menyerah dalam mengatasi para PKL di kawasan itu.

“Bagi kami, tidak ada istilah menyerah dalam tugas penataan ini, tapi kami lebih mengutamakan rasa keamanan dan kondusifitas kawasan itu. Kami utamakan, enggan anggota kami mati konyol” ungkap Agus.

Agus Agustiansyah buka bukaan, kendala utama dalam penataan itu, alih fungsi anggaran. Karena situasi nasional penyebaran covid-19.

“Kita dapat bantuan anggaran dari provinsi Jawa Barat sebesar 15 miliar. Karena anggaran itu diaklihkan untuk penanganan covid-19, lebih baik bertahan saja agar para pedagang itu tidak kembali ke Lawang Saketeng,” tandas Agus.

Dikatakan, masyarakat tidak tahu bagaimana resiko berada di lapangan yang banyak kepentingan disana. Bahkan acapkali bersitegang dengan para pedagang. “Kita menghindari jangan sampai ada korban jiwa” terang mantan Camat Bogor tangah ini.

Disebutkan, jumlah PKL Lawang Saketeng tak kurang dari 689 orang, 370 pedagang diantaranya sudah masuk ke gedung Pasar Bogor. Sisanya 289 orang, belum jelas akan ditempat dimana. Agus menduga, kelompok ini diduga selalu melakukan aksi melawan petugas.

“Ancaman pada anggota kami acapkali terjadi. Untuk sementara, tugas kami memelihara situasi, biarkan situasinya kondusif dan tetap waspada kembalinya para PKL” tegas Agus. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here