Setahun Lebih, Warga Manfaatkan Sumur Wakaf di Desa Illu, NTT

Sumaterapost – Lebih dari setahun lamanya Desa Illu, Kabupaten Alor, NTT, memiliki sumber mata air bersih yang masih mengalir hingga saat ini. Sejak Mei 2016, warga Desa Illu mengandalkan sebuah sumur air yang terletak tak jauh dari satu-satunya masjid yang dimiliki oleh warga di
sana. Pembangunan sumur tersebut ditopang oleh dana wakaf yang diberikan oleh wakif publik melalui Global Wakaf Foundation.

Masih teringat bagaimana desa ini kerap dilanda kekeringan ketika musim kemarau tiba. Sebelum sumur wakaf tersebut dibangun, warga seringkali kepayahan untuk mendapatkan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih masyarakat Desa Illu harus menempuh jarak puluhan kilometer menuju sumber air. Air yang didapatkan pun bukan air tawar, melainkan air payau. Air ini diperoleh dari salah satu sungai terdekat dari desa mereka. Kadang, air dari sungai tersebut menjadi berubah warnanya, sedikit kecoklatan.

Kesulitan air bersih di Desa Illu bukan tanpa sebab. Kondisi wilayah yang terletak di Provinsi NTT ini memang terlihat tandus dan gersang. Dalam rentan waktu satu tahun, hanya 4 bulan wilayah ini mengalami musim hujan, sedangkan sisanya musim kemarau. Suhu udara maksimum di sana
rata-rata berkisar antara 30 – 36 C. Oleh karena itu, ketika tahun lalu Tim Global Wakaf membangun sumur
dengan pengeboran yang dalam, warga setempat sangat menyambut baik. Bahkan, proses pembangunannya pun hampir seluruhnya dikerjakan oleh warga Desa Illu.

“Hanya untuk pengeboran saja yang dilakukan oleh dua tukang bor sumur. Sisanya, seperti pemasangan toren dan lainnya, dilakukan secara swadaya oleh warga,” ujar Ahmad Rifa’i selaku penanggung jawab pembangunan sumur wakaf di Desa Illu, Mei 2016.

Hingga saat ini, warga Desa Illu terus menggunakan sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Sumur wakaf itu bahkan menjadi satu-satunya sumber air bersih yang terus mengalir, meski musim kemarau melanda.

Menurut Muhammad Laka (55), salah satu warga Desa Illu, derasnya aliran air bersih yang keluar dipengaruhi oleh pengeboran sumur yang sangat dalam.

“Airnya juga bersih dan segar. Alhamdulillah, sekarang masyarakat ambil air untuk masak, mandi, minum, dan salat dari sumur ini. Tetangga desa juga sering ke sini untuk ambil air. Mereka biasa mengambilnya setiap sore hari,” ungkap Laka.

Laka juga menambahkan, dari sekian sumur umum yang dibuat, sumur wakaf itulah yang masih mengalirkan air.  “Ini satu-satunya program sumur yang berhasil. Sebelumnya, pernah ada yang melakukan hal serupa tapi
tidak pernah ada airnya, selalu gagal,” jelasnya. Selain menghidupi kehidupan masyarakat Desa Illu, sumur wakaf yang telah dibangun Global Wakaf juga mempermudah masyarakat setempat untuk menunaikan ibadahnya.  Seperti yang diketahui, mayoritas pendunduk desa ini merupakan Muslim. Dengan lokasi sumur wakaf yang tak jauh dari masjid, semakin banyak warga di sana yang menunaikan salat berjamaah di masjid tersebut.

“Biasanya, setiap orang sulit sekali mau ambil wudu buat salat. Sekarang, banyak warga yang salat di masjid karena adanya sumber air ini,” tutur Yadi Lewo (65), salah satu DKM Masjid di Desa Illu.

Desa Illu yang terletak di Pulau Pantar, Kabupaten Alor ini dihuni oleh 158 KK atau 781 jiwa. Mata pencaharian masyarakat di sini sebagian besar adalah petani lahan kering, sisanya adalah nelayan. Salah satu wilayah
tepian negeri ini tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, termasuk infrastruktur jalan dan pendidikan. [R]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here