Siapakah Otak Penyebaran Virus CORONA?

Oleh: Muhammad Yadi (Jurnalis)

SumateraPost – Menyebarnya corona virus (covid-19) telah menciptakan situasi baru di dunia manusia. Dari masalah dan perselisihan politik hingga potensi kerentanan manusia untuk menghadapi alam. Dan semakin pentingnya sains dalam kehidupan manusia, adalah bagian dari perubahan dan petunjuk yang disebabkan oleh masuknya virus kedalam kehidupan manusia modern.

Sejauh ini lebih dari 1, 12 juta orang terinfeksi virus Covid-19 di seluruh dunia, dan lebih dari 60.000 orang dinyatakan meninggal dunia. Sesuatu yang langka atau mungkin baru terjadi sebelumnya. Faktanya sebagian besar populasi dunia telah mengalami fenomena ini dan kemudian Covid-19 menjadi satu – satunya memori yang dimiliki oleh setiap orang.

Pertanyaan nya adalah apakah corona atau faktor lain yang mengancam kehidupan manusia dengan cara ini akan menghasilkan hasil yang aneh tapi nyata. Saat slogan – slogan “tidak dengan kemewahan” akhir – akhir ini telah menjadi kenyataan. Kita semua semakin memahami bahwa makanan dan air adalah menjadi kebutuhan dasar manusia. Dan betapa bodohnya manusia menghabiskan hidup untuk mengumpulkan berpikir, dan menghabiskan energi untuk hal – hal yang tidak pernah menjadi bagian dari kebutuhan dan kesejahteraan serta faktor kebahagiaan.

Manusia telah mengorbankan prinsif hidup yaitu memberikan kenyamanan, Kesehatan dan evolusi spiritual kepada beberapa sub-prinsip yang kurang dirasakan akhir – akhir ini. Fenomena ini menunjukkan kepada kita bahwa tangan yang kuat dari alam memperlakukan semua manusia dengan cara yang sama, tanpa memandang warna, ras, kekayaan, kekuatan. Dan kita mungkin perlu belajar dari COVID-19 bahwa manusia stara bahkan dalam menghadapi penyakit.

Dunia sekarang yang menggarap dirinya paling unggul dari yang terkuat dan berpengaruh dihancurkan sekaligus oleh virus yang tidak memiliki bobot atau ukuran. Poin lain adalah bahwa fenomena ini membuat kami lebih membedakan nilai rumah dan keluarga kami. Usaha manusia dan kepedulian terhadap keluarga dan teman – teman membuktikan bahwa meskipun hidup di abad ke- 21 yang penuh gejolak dan memiliki pekerjaan yang luar biasa, kita nampak sudah tercipta saling berjauhan.

“Aset terbesar dan sangat berharga dari manusi adalah keluarga”

Dan yang sangat menarik, orang sehat memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang sakit di sebagian besar penyakit. Namun orang yang terinfeksi dan orang yang sehat saling bertanggung jawab satu sama lain. Mungkin sebagian besar upaya kita untuk menghindari membawa virus didasarkan pada kenyataan bahwa kita tidak ingin menginfeksi orang lain atau melalui orang yang kita cintai.

Fenomena kecelakaan saat ini pandemi atau pun yang kita sebut tamu tidak diundang di bumi akhir – akhir ini, yang mengakibatkan kematian manusia, jatuhnya bisnis, penutupan tiba – tiba kehidupan manusia, alam dan udara telah tercemar setiap hari setidaknya industrialisasi dunia, dan paru – paru bumi yang telah dipenuhi dengan infeksi oleh tangan manusia yang egois setiap hari.

Orang – orang di dunia harus mengkarantina diri sendiri, sehingga bumi menjadi segar selama beberapa hari. Mungkin lebih membantu kita lebih berhati – hari terhadap bumi, alam dan atmosfer.

Pada akhirnya berurusan dengan fenomena ini semua tergantung pada kita yang takut dan berpikir, itu adalah akhir dunia dan bahwa kita semu akan mati oleh virus atau bersabar dan tahu hari ini sama hari – hari buruk kita berlalu dalam hidup. Karena fenomena dan krisis ini banyak ditemukan dalam catatan kehidupan manusia, dan manusia melawati krisis dengan ketekunan, empati dan pengelolaan kehidupan mereka yang tepat sebanding dengan managemen global.

Saat ini merupakan waktu terbaik untuk berpikir dan belajar, ketika orang – orang dari yang paling bisa hingga politisi dan pembuat kebijakan di masyarakat harus belajar dari kesalahan mereka untuk kehidupan yang lebih baik. Kita semua tahu bahwa corona (Covid-19) adalah bencana global besar yang merenggut nyawa ribuan orang setiap hari.

Kemudian yang menjadi persoalan serius apakah wabah virus Covid-19 benar – benara dicitakan oleh Tuhan atau dibuat oleh manusi yang merasa dirinya paling hebat dan berkuasa di dunia ini. Lalu siapa yang berada di balik layar penyebaran virus corona yang membuat dunia bicara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here