Sidang Lelang Jabatan Fiktif, Terdakwa Keberatan Keterangan Mantan Sekda Muratara

SumateraPost.co, LUBUKLINGGAU – Persidangan kasus tindak pidana korupsi lelang jabatan fiktif pada Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kali ini menghadirkan 3 orang saksi yang mana diantara-Nya AM, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara.

Berdasarkan pantauan sidang yang dilakukan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, ke 2 Terdakwa yakni Riopaldi Okta Yudha dan Hermanto mengakui keberatan atas keterangan yang dilontarkan oleh saksi AM. Senin (1/02/2021).

Baca Juga :  BPD Desa Sipatuhu dan Tipikor Polres OKU Selatan Gelar Pembuktian Dana Bumdes

Kepala Kejari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kasi Pidsus, Yuriza Antoni membenarkan jika didalam persidangan ke 2 terdakwa keberatan atas keterangan saksi AM.

“Benar, keberatan itu HAK dari kedua terdakwa,” Ujar Kasi Pidsus.

Yuriza Antoni menambahkan bahwa sidang hari ini merupakan lanjutan sidang mendengarkan keterangan saksi terkait perkara tindak pidana korupsi SPJ Fiktif Lelang Jabatan BKPSDM Muratara yang selolah olah kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel 929 Lubuklinggau pada tahun 2017 yang mengakibatkan kerugian Negara senilai Rp 366.605.170 melalui sidang online (Vidcon).

Baca Juga :  DD Tahap Satu, Pemerintah Desa Sukamana Laksanakan Titik Nol Pembangunan

“Sidang Lanjutan hari ini masih dalam mendengarkan keterangan saksi yang berjumlah 3 orang,” Tambahnya.

Selanjutnya sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Abu Hanifah akan dilanjutkan pada senin pekan depan (8/2) dengan sidang lanjutan pemanggilan saksi yang berjumlah 6 orang.

“Pekan depan saksi yang akan dihadirkan berjumlah 6 orang,” Jelasnyanya.

Sementara disisi lain, AM saat di mintai tanggapan nya mengatakan bahwa dirinya hanya memberikan keterangan sesuai apa yang ia ketahui.

Baca Juga :  Bupati PWA Didampingi Istri, Buka Lomba Bidar Mini Pantai Supi dari Atas Speedboat

“Ya kita jelaskan sesuai apa yang kita ketauhi dan yang kita dengarkan saja,” Ucap AM usai keluar dari ruang Kasi Pidsus.

Untuk diketahui kedua terdakwa ini didakwa dalam tindak pidana dalam pasal 2 dan 3 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi ,dengan ancaman pidana 4 tahun dan bisa seumur hidup.
(Tim/Hen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here