SMK Negeri 2 Terbanggi Besar, Dambakan Sekolahnya Nyaman.

Terbanggi Besar, Sumaterapost.co –
Kepala SMK Negeri 2 Terbanggi Besar, Lampung Tengah Ali Rosad yang didampingi para dewan gurunya, keluruk ke Kantor PWI Lampung Tengah Selasa sore 6/10 dengan maksud ingin menjelaskan terkait isyu yang diduga terpolitisir dan dikembangkan oleh oknum – oknum yang terkesan ‘tidak puas’ terhadap pelayanan khususnya bagi masyarakat umum.

“Kami menginginkan, agar proses belajar dan mengajar khususnya disekolah kami, dan umumnya didaerah Kabupaten Lampung Tengah, dapat nyaman, tenteram, dan sejuk, sehingga dapat tercipta aroma penimba ilmu disekolah secara kondusif” tegas Ali Rosad yang diamini jajarannya ini.

Lebih jauh diungkapkannya, terkait dengan pemberitaan yang beredar bahwa intinya ada beberapa wali siswa yang mendatangi sekolah, atas ketidak puasan kebijakan pihak sekolah, hal itu dipastikan tidak ada, semua keputusan telah diwujudkan melalui cara musyawarah antara Sekolah, Komite dengan Wali siswa, artinya pemberitaan itu semata – mata dipolitisir atau direka – reka oleh pihak yang merasa mungkin tidak puas atas mau pribadinya.

“Apa yang dipublikasikan salah satu media online itu, itu jelas – jelas pemberitaan yang terkesan mengada – ada, salah satu intinya memaparkan bahwa ada beberapa orang wali siswa yang mendatangi sekolah untuk protes, padahal mereka ingin mendapatkan penjelasan terkait penggunaan kartu perdana exis yang nota bene sebagai sarana proses belajar siswa, ” tegas Kepala Sekolah.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Terbanggi Besar dengan mimik kecewa memaparkan didepan Ketua PWI Lampung Tengah Ganda Hariyadi bahwa dalam redaksi pemberitaan itu menyebutkan tepat hari Senin 5 /10 yang lalu, SMK Negeri 2 Terbanggi Besar didatangi beberapa orang wali siswa dengan tujuan melakukan protes atau mengeluhkan kebijakan yang diambil pihak sekolah.

“Saya dan para dewan Guru, sampai siswa – siswi pulang meninggalkan sekolah, kami masih ada ditempat dan tidak ada scurity atau satpam melaporkan ke kami, kalau ada tamu yang mengatas namakan wali murid yang datang, kalau tamu diluar itu memang sengaja kami perintahkan scurity untuk menolaknya, dengan tujuan agar proses pendidikan tidak diwarnai dengan situasi yang diluar koridor sekolah, ” pungkas Ali diruang Ketua PWI Lampung Tengah ini.

Ketua PWI Lampung Tengah, menanggapi hal yang dikeluhkan Sekolah tersebut, berharap agar insan pers dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak terkesan menyudutkan objek pemberitaan tanpa dilakukan konpirmasi terhadap yang bersangkutan,

“Mari kita ciptakan situasi yang sejuk, terlebih dilembaga dunia pendidikan yang merupakan muara dari tempat penggalian ilmu pengetahuan, karena kita tidak akan hebat, pintar dan berkeahlian, tanpa adanya jerih payah para pahlawan tanpa jasa ini, toh juga yang bakal dirugikan adalah anak – anak kita sendiri yang merupakan generasi penerus kita dan penerus bangsa, ” pungkas wartawan empat windu ini. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here