Solusi Atasi Sampah Plastik, Pemkot Semarang Bangun Taman Ecobricks

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kadis DLH Sapto Adi Sugihartono , Direktur PT Marimas Putera Kencana Harjanto Halim, Eko Pramukawati dari Proklim Purwokeling, saat melakukan kick off Aplikasi Ruang Luar Ecobricks untuk Taman Ecobricks pertama di Kawasan Kantor DLH, Jalan Tapak Raya, Tugu, Semarang Kamis (17/12) lalu.

SumateraPost, Semarang – Kota Semarang kembali membuat terobosan, kali ini lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengawali pembangunan Taman Kota Ecobricks. Taman kota ramah lingkungan pertama yang dibangun menggunakan bahan utama limbah plastik (ecobricks) ini berlokasi di kawasan Jalan Tapak Raya di samping sisi jalan masuk Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kota Semarang.

Taman Kota Ecobricks – Selain menggunakan limbah plastik yang dijadikan ecobricks juga didukung dengan penggunaan material ramah lingkungan lainnya; seperti; jerami, tanah lempung, dan tletong (kotoran sapi) sebagai perekat. (Christian Saputro)

Kick off Aplikasi Ruang Luar Ecobricks untuk Taman ini dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kadis DLH Sapto Adi Sugihartono, Direktur Marimas Putra Kencana Harjanto Halim, dan Eko Pramukawati dari Proklim Purwokeling , Kamis (17/12) pagi.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dalam membangun Taman Ecobricks ini menggandeng PT Marimas Putra Kencana dan Proklim Purwokeling.

Hendrar Prihadi dalam sambutannya, mengatakan, langkah pembuatan taman ecobricks ini bisa menjadi contoh dan edukasi bagi warga Semarang dalam mengatasi limbah plastik. “Sampah plastik merupakan musuh kita bersama. Untuk itu saya mengajak warga Semarang untuk bersama-sama mengatasi sampah bersama. Saya berharap dan mendukung Dinas Lingkungan Hidup paling tidak bisa membangun Taman Ecobricks seperti ini di dua lokasi setahun,” ujar Hendi yang baru menang mutlak dalam pilkada yang digelar (9/12) baru lalu.

Baca Juga :  Kodim Wonogiri Gelar Sosialisasi Dan Penyuluhan Bahaya Narkoba

Ditambahkannya, Taman Ecobricks dengan bahan utama limbah palstik yang dijadikan ecobrick dengan bahan-bahan pendukung yang juga ramah lingkungan bisa disosialisasikan kepada warga Semarang. “Mudah-mudahan nantinya kalau masyarakat ikut berperanserta kick off ini akan menjadi tendangan yang hebat. Ke depan Taman Ecobricks bisa dijadikan salah satu langkah solusi dalam mengatasi sampah plastik,” harap Hendi.

Jadi, lanjut, Hendi, Taman Ecobrick ini bisa dikembangkan di lokasi-lokasi lain. Yang pertama murah, yang kedua bisa mengatasi persoalan sampah khususnya sampah plastik, yang dijadikan ecobricks sangat kuat tak kalah dengan material taman lainnya. “Model taman Ecobricks ini akan dikembangkan di wilayah lain di Kota Semarang. Hal ini sebuah upaya mengurangi sampah anorganik yang bisa membahayakan lingkungan dan pelestarian alam,” terang Hendi.

Sementara ini, lanut Hendi, proses pengelolaan sampah di Kota Semarang, sampah dari rumah tangga dan lainnya dibawa ke TPA Jatibarang dijadikan kompos. Sebagian lagi diolah dengan membran menjadi bio gas untuk energi listrik.

Sementara itu, Direktur PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dimulai dari rumah.”Sampah plastik itu ibarat jin dan berbahaya. Jadi kalau mau aman dimasukkan botol jadilah ecobricks yang bisa dimanfaatkan untuk meja, kursi, termasuk taman,” ujar Harjanto.

Baca Juga :  Dr. Drs. Aqua Dwipayana Motivasi Prajurit, PNS dan Persit Kodim 0703 Cilacap

Taman Ecobricks yang dibangun DLH, imbuh Harjanto bisa menjadi edukasi untuk mengugah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Sehingga tidak mencemari lingkungan alam baik di tanah, lsungai dan laut.

Pada kesempatan itu, Harjanto, mengusulkan barang-barang yang terbuat dari limbah plastik (ecobricks), bisa dipajang ditempat strategis, dibuatkan semacam tempat (corner), seperti ; di bandara, stasiun kereta dan lainnya.Langkah ini untuk mengedukasi masyarakat agar tertarik dan ikut berperanserta dalam menanggulangi sampah plastik. “Gerakan untuk menanggulangi sampah plastik harus dimulai dari diri kita sendiri. Kalau sedang jalan-jalan, sampah plastik bisa dimasukkan ke dalam botol, jangan dibuang di jalan. Prinsipnya plastik itu juga baik, untuk melindungi makanan sampai ke konsumen agar aman, tapi kalau sampah plastik jadi tidak baik kalau masuk ke sungai, laut, atau tanah. Dan Ecobricks salah satu langkah bijak dan keren untuk solusi mengatasi sampah plastik,” ujar Direktur PT Marimas Putra Kencana yang pernah mendatangkan pakar dan founder Global Ecobricks Alliance (GEA) Russel Maier dari Canada dalam workshop yang digelar Marimas.

Baca Juga :  Via Daring, 22 Personel Polres Pekalongan Peserta Seleksi SIP TA.2021 Ikuti Kegiatan Pengambilan Sumpah Dan Penandatanganan Pakta Integritas

Sementara itu, Taman Ecobrick, lanjut Halim, tidak sanggup mengatasi persoalan sampah plastik di Kota Semarang ini. Karena total setiap hari produksi sampah di Kota Semarang mencapai 900 ton per harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, persoalan pengelolaan sampah di Kota Semarang menjadi perhatian serius Pemkot Semarang. Sebab jika tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, maka akan berimbas kepada lingkungan di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. “TPA Jatibarang memiliki are seluas 46 hektar. Sedangkan sampah yang masuk ke TPA Jatibarang tiap harinya ke TPA rata-rata mencapai 800 -1000 ton. TPA Maka dalam dua sampai tiga tahun lagi TPA tersebut akan penuh. Memang kapasitas penampungan makin berkurang, karena sampah tiap hari masuk cukup banyak,” tandasnya.

Sapto menambahkan dari sekitar 900 ton sampah volume sampah plastiknya sekitar 17 persen. Diharapkan, nantinya gerakan pembuatan Taman Ecobriks ini menjadi salah satu langkah solusi dalam mengatasi sampah plastik di kota Semarang. “Kami berupaya akan menggandeng perusahaan-perusahaan dan warga masyarakat Kota Semarang untuk berperanserta untuk membangun Taman Ecobricks dilingkungannya masing-masing,” pungkas Sapto. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here