Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di Karo Diduga Kurangi Isi Elpiji 3 Kg

Sumaterapost.co, Tanah Karo – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) yang beralamat di Desa Mulia Rakyat, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumut, diduga melakukan kecurangan dengan mengurangi isi elpiji ukuran 3 kg.

Hal ini dikeluhkan sejumlah warga yang berdomisili diseputaran Desa Merek dan Tigapanah, Kecamatan Tigapanah, Jumat (05/02/2021). Warga menyebut, elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu sepertinya bobotnya sudah ringan dan pemakaian cepat habis.

“Sudah lama kami curiga dan bertanya-tanya. Kenapa gas 3 kg cepat habis dan agak ringan. Tapi gak tau mau bertanya kepada siapa. Sementara warung dan pangkalan juga hanya menjual saja,” keluh salah seorang warga Tigapanah yang mengaku bermarga Tarigan kepada wartawan.

Baca Juga :  KLB Demokrat di Sibolangit Sempat Bentrok, Warga Menjadi Sasaran

Menindaklanjuti keluhan warga, tim awak media mencoba menelusurinya dengan mengikuti mobil truck penyuplai elpiji yang baru keluar dari SPPBE PT. Bahma Putra Mandiri di Desa Mulia Rakyat tepatnya di Jalan Besar Kabanjahe-Merek.

Di lokasi pangkalan, tim mencoba konfirmasi kepada pemilik berinisial MG (35) untuk mengijinkan menimbang tabung yang baru diturunkan (disuplai).

“Gak apa-apa kalian timbang satu- persatu tabungnya. Tapi nama saya jangan ditulis,” ujarnya.

Setelah mendapat izin dari pemilik pangkalan, tabung elpiji 3 kg mulai ditimbang yang diambil secara acak. “Wah benar juga ya, beratnya ada dua jenis. Ada yang hanya 7,6 dan 7,8 kg. Pantas saja, banyak warga yang sering bertanya kenapa gasnya cepat habis. Kami gak tau karena cuma menjual saja,” ujarnya dengan mimik wajah terheran-heran.

Baca Juga :  Poldasu Siagakan KLB Demokrat Sibolagit

Dilanjutkannya dengan mengatakan , selama membuka pangkalan elpiji 3 kg. Dirinya tak pernah menimbang tabung, dan sepengetahuannya berat tabung dan isi harus 8 kg. “Itupun kalo normal berkurang, hanya sekitar 0,1 ons. Itu yang saya tau, sebab berat tabung kosong 5 kg dan isinya 3 kg,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan MG, keluhar warga (konsumen) tersebut sudah pernah disampaikan melalui sopir. Itupun mereka tidak tahu, karena hanya mengantar (drop) saja ke setiap pangkalan.

Baca Juga :  Penggunaan BBM Ramah Lingkungan di Indonesia Baru Mencapai 13 Persen

Beranjak dari situ, di lokasi yang berbeda. Tim juga mendapati elpiji 3 kg yang bersegel BAPUMA beratnya tidak jauh berbeda hanya dikisaran 7,6 -7,8 kg.

Direktur PT. Bahma Putra Mandiri, Nanda Brahmana ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (05/02/2021) sekira pukul 13:00 WIB, mengaku sedang berada diluar kota.

“Saya sedang diluar kota, kalau ingin meninjau proses pengisian didalam pabrik, silahkan. Tapi catatannya, harus ada surat resmi dari kantor kalian,” tulisnya terkesan menghindar.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Karo, Rismawati Br Ginting ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (12/02/2021) sekira pukul 15:00 WIB belum menjawab atau mengangkat teleponnya./(Mawar Ginting)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here