STMIK Methodist Binjai Lantik 26 Wisudawan Angkatan Pertama

SumateraPost, Binjai – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Methodist Binjai melantik 26 wisudawan dan wisudawati angkatan I/2020, dalam sidang senat terbuka di aula lantai III gedung perguruan tinggi terkait, Sabtu (24/10/2020) pagi.

Sidang dipimpin Ketua STMIK Methodist Binjai, Vera Wijaya SKom, bersama Wakil Ketua STMIK Methodist Binjai, Tonggam Pangabean MKom, Ketua Prodi Sistem Informasi Tomoyud Sintosaru MKom, Ketua Prodi Teknik Informatika Reza Alamsyah MKom, dan jajaran anggota senat, serta diikuti 20 wisudawan Program Studi Strata I Sistem Informasi, dan 6 wisudawan Program Studi Strata I Teknik Informatika.

Turut hadir, Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi, Sekretaris Lembaga Perguruan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara, Dr Mahriyuni MHum, Pembina Yayasan Methodist Binjai, Peterus Long SH MM, jajaran civitas akademika STMIk Methodist Binjai, serta orangtua dan wali para wisudawan dan wisudawati.

Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan (LLDikti) Tinggi Wilayah I Sumateta Utara, DR Mahriyuni MHum, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para pesertai, para orangtua peserta, Ketua dan Civitas Akademika STMIK Methodist Binjai, ataa pelantikan para wisudawan dan wisudawati angkatan I/2020.

“Semoga ilmu pengetahuan yang didapat selama. Ini mampu diaplikasikan dan dimanfaatkan dengan baik, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan negara,” terangnya.

Secara khusus Mahriyuni mengapresiasi peran dan kehadiran STMIK Methodist Binjai, dalam mendukung penyediaaan fasilitas pendidikan tinggi berkualitas dan upaya mencerdasakan anak bangsa, khususnya di Kota Binjai.

Apalagi sejak berdiri pada 2014 silam, dIakuinya, STMIK Methodist Binjai telah menunjukan perkembangan yang sangat baik. Terbukti, dua dari empat program studi yang ditawarkan saat ini sudah terakreditasi Kemenristekdikti.

“Besar harapan kami, seluruh program studi yang ditawarkan STMIK Methodist Binjai dapat terakreditasi dan terus ditingkatkan hingga A. Sehingga STMIK Methodist Binjai tampil sebagai kampus unggul,” seru Mahriyuni.

Menyikapi pandemi Covid-19, dia menyebut situasi tersebut memang memberikan tantangan khusus bagi setiap perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan akademis, terkhusus menyangkut perkuliahan secara tatap muka langsung.

Apalagi pandemi Covid-19, secara langsung menyebabkan resesi di bidang ekonomi, sehingga berdampak pada penurunan penghasilan dan kemampuan daya beli orangtua mahasiswa maupun mahasiwa itu sendiri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Mahriyuni menyatakan, Pemerintah telah menyaluran benerapa program bantuan berupa uang kuliah bagi mahasiswa, paket internet bagi dosen berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, dan uang kuliah semeseter I bagi mahasiswa miskin melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang usulannya dilakukan melalui masing-masing perguruan tinggi.

“Ke depan perguruan tinggi diharapkan menyusun, menyiapkan, dan menerapkan kurikulum berbasis merdeka belajar, serta meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah, swasta, dan lembaga lainnya, demi menciptakan para sarjana yang siap bersaing di dunia usaha,” serunya.

Sementara itu, Walikota Binjai, H Muhammad Idaham SH MSi, mengharapkan para wisudawan dan wisudawati mengaplikasi ilmu pengetahuannya untuk meningkatkan bakti kepada keluarga, Kota Binjai, serta bangsa dan negara.

“Semoga alumnus pertama STMIK Methodist Binjai menjadi alimnus terbaik yang diharapkan membawa nama besar dan membanggakan kampusnya maupun Kota Binjai,” ujar Idaham.

Secara khusus dia meminta para wisudawan dan wisudawati memiliki 3 kemampuan pokok agarvdapat bersaing dan bertahan di dunia usaha.

Ketiga hal itu antara lain, kemampuan dalam berkomunikasi dan jejaring sosial yang luas, pendekatan dan adaptasi, serta akill dan knowledge.

“Saya berharap, para wisudawan dan wisudawati menjadi sebagai intelektualis yang memiliki daya saing dan inovasi tinggi, berjiwa pantang nenyerah, serta tekad dan keinginan kuat untuk terus belajar,” seru Idaham.

Pada kesempatan itu, Pakar Teknologi Informasi, DR Dicky Novriansyah MKom, dalam orasi ilmiahnya menyatakan, Indonesia saat ini mengalami fase tersulit dalam bernegara, menyusul pandemi Covid-19. Bukan hanya bidang kesehatan, tetapi juga di seluruh sektor kehidupan, khususnya ekonomi.

“Kiya saat ini bahkan sedang masuk dalam jurang resesi, dan situasi ini diprediksi akan berlanjut hingga kuartal pertama 2021,” jelasnya.

Diakui Dicky, pariwisata merupakan sektor yang paling terkena imbas pandemi Covid-19. Sebab saat ini kinjungan wisatawan dan aktivitas pelaku usaha di sektor pariwisata turun drastis dibandingkan sebelumnya.

Selain itu ada pula sektor yang coba bertahan dari situasi krisis ekonomi selama pandemi Covid-19, yakni pertanian dan peternakan.

Hanya saja menurut Dicky, ada satu sektor yang justru mengalami peningkatan di masa resesi pandemi Covid-19. Sektor dimaksud tidak lain teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini menyusul peningkatan penggunaan layanan daring oleh publik.

Tentu saja hal ini memberikan peluang bagi para wisudawan dan wisudawati STMIK Methodist Binjai mengembangkan potensi diri dalam dunia usaha di sektor teknologi informasi dan komunikasi..

“Kalau bisa saya katakan, Indonesia ini supermarketnya masalah. Semua masalah ada di sini. Tapi ingat, masalah bukan akhir segalanya, tapi jadikan itu peluang. Jadikan pula diri kita sebagai agent of change (agen perubahan) di tengah pendemi. Caranya ada dua, yakni bergerak dengan pemikiran dan ciptakan peluang,” tukas Dicky.

Meskipun demikian, katanya, untuk mendukung seseorang tampil menjadi enterpreneur handal, khususnya di tengah pandemi Covid-19, maka dia harus memiliki ide dan kreativitas, mampu berkolaborasi dalam mendukung penhlgembangan usaha, konsisten, menguasai teknologi, serta memiliki keberanian dalam beraksi.

Hanya saja Dicky tetap menyarakan seorang pelaku usaha untuk menerapkan tujuh kunci sukses dalam mengelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Ketujuh hal itu antara lan, mampu mengadopsi teknologi, menganalisa kembali masalah dan tantangan usaha yang dikelola, menganalisa kompetitor dan menjadikannya sebagai partner, memhanalisa besaran pasar, berupaya mengembangkan produk, mampu berkolaborasi, dan berupaya memenuhi target yang ingin dicapai.

“Karena itu, mari kita tampil menjadi solisi bagi bangsa dan negara, bukannya menjadi sumber masalah baru. Lakukan kebaikan dari hal terkecil. Sesungguhnya kunci sukses yang utama itu hanya ada dua, yakni skill dan bakti kita kepada kedua orangtua,” ujar Dicky.

Sebelumnya, Pembina Yayasan Methodist Binjai, Peterus Long SH MM, mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pendirian dan operasional STMIK Methodist Binjai, hingga mampu melantik wisudawan dan wisudawati angkatan pertama.

Dikatakannya, latar belakang berdirinya STMIK Methodist Binjai tidak lain untuk mendukung mallprogram pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa dan penyediaan parasarana pendidikan tinggi yang berkualitas di Kota Binjai.

“Secara khusus, saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawanndan wisudawati yang dilantikan sebagai sarjana strata 1 pada hari ini. Mari kita berkarya untuk nusa dan bangsa, serta jadilah anak yang berbakti kepada kedua orangtua,” seru Peterus. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here