Sujadi : Wilayahnya yang Go Green difungsikan Untuk Tanaman Ciri Khas Pringsewu

Sumaterapost.co – Bupati Pringsewu Sujadi mengharapkan agar  wilayahnya tetap tercipta Pringsewu yang Go Green melalui pengelolaan industri pertanahan guna difungsikan untuk ditanam berbagai jenis  tanaman ciri khas Pringsewu.

Diantaranya dengan cara menci‎ptakan dan mengembangkan berbagai  bibit-bibit tanaman yang merupakan ciri khas Pringsewu baik tanaman untuk dimakan maupun diambil kayunya ataupun sebagai tanaman penghias dan pelindung.

Seperti  berbagai tanaman jenis pisang dan jenis bambu, jati merah bersenyum manis, kelapa kopyor. “Juga tanaman Melinjo yang merupakan andalan Pringsewu dalam rangka pengembangan Bidisi,”harapnya

Bupati Pringsewu ‎Sujadi didampingi Wabup Fauzi mengatakan hal itu ketika meninjau
Laboratorium kultur pembenihan jaringan untuk memperbanyak bibit‎ pohon di Pekon Sukoharjo II, Kecamatan Sukoharjo, saat Gowes sepeda bersama jajaran Pemkab Pringsewu, Uspika Sukoharjo, jajaran kepala pekon dan seperangkatnya serta para dewan guru olahraga, Jum’at (20/10).

Menurutnya, dengan pengelolaan pengembangan berbagai jenis bibit pohon yang merupakan ciri khas Kabupaten Pringsewu, juga nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui olah tanam pohon.”‎Perdayakan lahan tanah perkebunan baik yang produktif maupun lahan tidur dengan tanaman yang bermanfaat. Baik untuk perekonomiannya juga sebagai penyejuk udara agar tetap bersih dan sehat terjauh dari polusi,”kata Sujadi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda menjelaskan, bahwa Laboratorium ‎kultur pembenihan jaringan untuk memperbanyak bibit pohon merupakan binaannya yang sudah beberapa tahun melakukan uji coba berbagai jenis tanaman yang merupakan ciri khas Pringsewu.

Bahkan menurutnya, di laboratorium itu ada sebelas jenis pisang yang bibitnya sengaja disilangkan dari beberapa daerah di Indonesia.”Ternyata untuk bibit  varitas jenis pisang cukup berhasil yakni pisang Kapok tanpa jantung merupakan pengganti pisang Kapok kuning juga pisang Raja Bulu. Sehingga  permintaan masyarakat terhadap bibit pisang yang disilangkan itu cukup meningkat,”ujarnya.

Iskandar Muda menambahkan, selain jenis pisang permintaan masyarakat petani, juga banyak permintaan terhadap jenis bibit pohon jati merah bersenyum manis, melinjo, jenis bambu taman serta kepala kopyor.

Sementara itu dalam agenda Gowes sepeda bersama berjarak 12 KM, star dari Lapangan Dirgahayu Sukoharjo‎, melintasi Pekon Sukoharjo II, Pandan Surat, Sukoharjo III, Keputran, Sukoyoso, finish di Lapangan Pekon Siliwangi. Dilanjut agenda senam bersama yang di pimpin Wabup Pringsewu Fauzi.

Nampak hadir Sekdakab Pringsewu Budiman, Asisten I Zuhairi, Asisten II Junaidi Hasyim, Asisten III Alwi Siregar, Kadispora Samsir Kasim serta sejumlah kepala OPD Kabupaten Pringsewu.

Kesempatan itu Wabup Fauzi mengharapkan kepada semua elemen masyarakat di Kabupaten Pringsewu agar turut mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Pringsewu yang dipusatkan di Lapangan Pekon Siliwangi yang akan dibuka pada Minggu malam (22/10).

“Mari kita bersama-sama mensukseskan momen tahunan MTQ ini. ‎Kepada warga sekitar lokasi agar membersihkan lingkungannya karena bakal banyak tamu yang datang dari kecamatan lain,”ujarnya.

Disamping itu juga dihimbau, agar masyarakat setempat juga turut meramaikan jalannya proses MTQ, mulai dari agenda kirab, pembukaan maupun pada tempat perlombaan. “Serta bisa membantu menjaga keamanan,”harap Fauzi.
(ti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here