Surat Suara Pilkada Binjai Berlebih 1.066 Lembar

SumateraPost, Binjai – Jumlah surat suara untuk kebutuhan pelaksanaan tahapan pemungutan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020, pada 9 Desember mendatang, diketahui berlebih sebanyak 1.066 lembar.

“Jumlah surat suara yang kita perlukan sebenarnya 184.273 lembar. Namun setelah dilakukan proses sortir dan pelipatan, ternyata ada kelebihan 1.066 lembar,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai, Zulfan Effendi ST, Minggu (06/12/2020) siang.

Menurut Zulfan, pada 25 November lalu, KPU Kota Binjai telah menerima surat suara untuk kebutuhan pelaksanaan tahapan pemungutan suara Pilkada Kota Binjai 2020 dari pihak percetakan.

Baca Juga :  LAN Apresiasi Polsek Kotapinang Komitmen Berantas Narkoba Demi Masyarakat dan Generasi Muda

Namun setelah dilakukan proses sortir dan pelipatan pada 26 hingga 28 November 2020, diketahui bahwa surat suara yang diterima mencapai 185.339 lembar, atau berlebih sebanyak 1.066 lembar, dari total kebutuhan ideal sebanyak 184.273 lembar.

“Jumlah surat suara yang berlebih itu sudah termasuk 216 lembar surat suara yang tidak layak pakai, baik karena rusak atau salah cetak,” terangnya.

Sesuai agenda, kata Zulfan, 1.066 lembar surat suara yang berlebih dan rusak tadi akan dimusnahkan KPU Kota Binjai sehari menjelang pelaksanaan tahapan pemungutan suara, atau pada 8 Desember 2020.

Baca Juga :  Pemuda 19 Tahun di Langkat Ditemukan Tewas Tergantung

Hanya saja dia menyebut, proses pemusnahan tersebut hanya akan disaksikan.pejabat perwakilan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan pihak kepolisian.

“Tim penghubung paslon (pasangan calon) memang tidak kita undang. Sebab sesuai PKPU RI Nomor: 8 Tahun 2020, pemusnahan surat suara berlebih dan rusak, hanya dihadiri perwakilan Bawaslu dan pihak kepolisian,” jelasnya.

Menanggapi kelebihan jumlah surat suara kebutuhan pelaksanaan tahapan pemungutan suara Pilkada Kota Binjai 2020, Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto, mengaku kondisi tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi dalam suatu kontestasi pemilihan.

Hanya saja dia tetap meminta KPU Kota Binjai bersikap cermat dan reaktif, dengan segera mengumumkan kekurangan atau kelebihan jumlah.surat suara kepada masyarakat maupun peserta pemilihan, setidaknya sehari setelah proses sortir dan pelipatan surat suara selesai dilakukan.

Baca Juga :  Purba Kelahiran D.Tombak Tak Bernyawa di Temukan Dalam Kamar Kos

Hal ini penting dilakukan demi menghindarkan munculnya asumsi dan opini negatif dari masyarakat maupun peserta pemilihan, terkait kinerja dan transparansi KPU Kota Binjai.

“Kelebihan dan kekurangan surat suara sebenarnya hal yang lumrah terjadi. Namun ada baiknya kalau hal-hal seperti ini segera diumumkan KPU ke publik. Sehingga publik paham, dan tidak beropini negatif soal kinerja penyelenggara,” ungkap Arie. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here