Talempong Pacik Berhasil Menembus Rekor MURI

0

Tanah Datar, Sumbar, SP.co,- Atraksi talempong pacik berhasil dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) pada pembukaan Festival Pesona Minangkabau (FPM) di Istano Basa Pagaruyung, Rabu (04/12/2019).

Sebanyak 1.599 orang anak, berasal dari murid Sekolah Dasar (SD) dan sanggar seni, berhasil membuat bulu roma hadirin berdiri, ketika secara serentak mereka menabuh talempong pacik yang ada di tangan masing-masing. Suasananya menjadi semakin sakral, karena atraksi itu dihelat di Komplek Istano Basa Pagaruyuang.

Atraksi talempong pacik itu, merupakan bagian dari prosesi pembukaan Festival Pesona Minangkabau (FPM) Tahun 2019 yang dihelat Pemkab Tanah Datar hingga 8 Desember nanti. Rekor MURI pun pecah. Posisinya berubah dari angka 1.371 orang yang sebelumnya dicatatkan Kota Padang.

Sebagai pusat kebudayaan Minangkabau, daerah berjuluk Luhak Nan Tuo itu dituntut inovatif dalam melestarikan warisan nenek moyang.

“Kami menggunakan metode penghitungan manual. Rekor MURI untuk talempong pacik bergeser angkanya ke 1.599 orang yang baru saja kita saksikan. Kami catatkan peristiwa ini untuk rekor dunia,” ujar perwakilan MURI sebelum menyerahkan sertifikat MURI tersebut kepada Bupati H. Irdinansyah Tarmizi.

Pada peristiwa, tercatat sebagai ketiga kalinya Kabupaten Tanah Datar berhasil memecahkan rekor MURI. Pada 2017 untuk atraksi arak-arakan dan bajamba, dan 2018 untuk 5.000-an orang minum kawa daun secara bersamaan. Ketiga rekor itu, dicatatkan dari kegiatan FPM yang seremonial pembukaannya selalu dihelat di Istano Basa Pagaruyuang.

Bupati Irdinansyah pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya memberi apresiasi atas semua upaya yang dilakukan semua pihak, mulai dari instansi pemerintah, swasta sampai kepada walinagari, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat.

“Di Tanah Datar hanya ada satu festival, yakni FPM yang prosesi pembukaannya sedang kita ikuti. Alhamdulillah, untuk ketiga kalinya bagian dari kegiatan ini kembali memecahkan Rekor MURI. Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak,” katanya.

Selain atraksi talempong pacik, prosesi pembukaan FPM kemarin juga disemarakkan dengan arak-arakan jamba yang berasal dari 75 nagari yang ada di daerah berjuluk Luhak Nan Tuo itu, berisi kuliner khas nagari-nagari yang bersangkutan. Jamba itu, dihidangkan untuk makan siang ribuan tamu yang menghadiri acara tersebut.

Bukan hanya dari kota kabupaten di Sumbar, kegiatan arak-arakan juga diikuti perwakilan kebudayaan dari beberapa kabupaten di Riau, Kabupaten Kepahiang Bengkulu, dan delegasi dari Malaysia.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Esthy Eko Astuti dalam sambutannya ketika membuka acara, menyatakan, FPM merupakan kegiatan yang berskala nasional, karena sudah tercatat sebagai 100 Iven Nasional di Kementerian Pariwisata.

“Ini sudah menjadi iven nasional. Kami memberi apresiasi kepada Bupati Irdinansyah beserta segenap jajaran dan masyarakat Tanah Datar, kendati dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, namun bupati selalu berupaya melakukan lobi dan langkah konkret, sehingga FPM tetap jadi 100 iven nasional, termasuk untuk 2020 nanti,” kata Esthy.

Disebutkan, pihaknya akan terus mendukung usaha-usaha penggalian potensi pariwisata di Tanah Datar, karena efeknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sangat bagus.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, setidaknya ada 16 kegiatan menyemarakkan iven tahun ini, kegiatan lainnya Pagaruyung Expo, pagelaran seni spesifik Minangkabau, pagelaran seni budaya Melayu, Pameran Cagar Budaya, Pameran Foto Pesona Wisata dan Budaya Tanah Datar, Kampung Kopi, Dialog Budaya, Pacu Jawi, Pasar Van der Capellen, Tanah Datar Tourism Award, Pemilihan Media Tradisional serta ada hiburan artis Minang.

Laporan : hms/wn/elpiss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here