Teater Lingkar Semarang Pentaskan “Orang Kasar” Anton Chekov di RSCC

Sutradara Teater Lingkar Maston memanggungkan naskah "Orang Kasar" karya Anton Chekov adaptasi WS Rendra di RSCC ,Semarang dan Live Streaming via You Tube

SumateraPost, Semarang – Siapa bilang di tengah pagebluk Pandemi Covid – 19 teater kehilangan panggung. Seniman itu penuh kreativitas dan inovasi. Di era disrupsi ini muncul fenomena masyarakat menggeser aktivitasnya yang semula di dunia nyata ke dunia maya. Inilah yang dilakukan Teater Lingkar (Semarang) dengan dukungan teknologi digital memindahkan panggung nyata ke dunia maya. Teater Lingkar tak kehilangan langkah di tengah pandemi Covid – 19 ini menyapa para audiennya melalui live Streaming di You Tube.

Adegan Nyonya Murtopo ketika menghadapi penagih hutang Baitul Hilal yang kasar.Tetapi muaranya kedua insan ini saling jatuh cinta, bak drakor berakhir happy ending. Pementasan di Gedung RSCC ,Semarang ,Minggu (28/6) ini disutradari Maston Lingkar (Christian Saputro)

Kali ini Teater Lingkar salah satu grup teater tertua di Kota Atlas yang rutin manggung ini bekerja sama dengan Radjawali Semarang Cultural Centre (RSCC) menaja naskah lakon Orang Kasar karya Anton Chekov adaptasi WS Rendra. Pergelaran ditaja di Gedung Radjawali Semarang Cultural Centre (RSCC), Jalan Piere Tendean, Semarang, Minggu (28/6)

Panggung sekira 80 meteran diset kang nDori dkk layaknya sebuah rumah. Dengan setting dan dekorasi perkawanian modern dan tradisional. Dan tak ketinggalan latar simpingan wayang yang menjadi salah satu ikon setting Teater Lingkar yang dikomandoi Maston Lingkar. Sedangkan musik yang tampil live sebagai pengiring disetting pada satu panggung.

Sekira 75 menitan para aktor Teater Lingkar yakni; Sindhunata Gesit Widiharto memerankankan Baitul Bilal, Niken Ardhana Reswari sebagai Nyonya Murtopo dan Tegsa Teguh Satria sebagai Pak Darmo yang disutradarai Maston Lingkar tampil ciamik dan memesona. Semangat unjuk akting para aktor tak kendur tampil maksimal, meski di gedung RSCC yang didapuk jadi studio hanya ditonton belasan audien.

Lakon Orang Kasar (Orang-orang Kasar Penagih Hutang) besutan Anton Chekov yang diadaptasi WS Rendra sendiri mengisahkan tentanng seorang janda Nyonya Murtopo yang ditinggal mati suaminya yang juga meninggalkan banyak hutang.

Kehidupan Nyonya Murtopo yang tenang tiba-tiba terusik dengan kedatangan Bilal yang datang menagih hutang suaminya. Setelah terjadi perdebatan sengit dan Bilal berlaku kasar. Nyonya Murtopo berjanji akan melunasi besok ketika asisten keuangannya datang. Pasalnya, Nyonya Murtopo tak punya uang kontan.

Tetapi penagih utang alias Bilal tak mau pulang kalau hutangnya tak dilunasi hari itu juga. Bilal beralasan, kalau dia juga dikejar-kejar bank karena hutangnya sudah jatuh tempo. Akhirnya terjadilah baku kata, Nyonya Murtopo berusaha keras mengusir Bilal. Tetapi sebaliknya Bilal terus melontarkan kata-kata kasar. Tetapi akhirnya, ada getar aneh dalam hati keduanya. Tak jadi bertikai, keduanya justru saling jatuh cinta. Kisah ditutup dengan happy ending. Mereka bersuka ria, termasuk mandor Darmo yang ikut nimbrung.
Ada pesan moral yang ingin disampaikan oleh sutradara Maston Lingkar dalam pementasan ini. Sutradara yang gapah menggarap naskah realis ini memberikan pesan sesuatu yang kasar itu baik berupa karakter dan perilaku akan luluh dengan cinta dan kasih sayang.

Sutradara yang menyandang nama komplet Suhartono Padmo Sumarto ini, sebelum menyampaikan pertunjukkan dimulai berujar, di tengah Pandemi Covid -19, Teater Lingkar tetap tampil menyapa penggemarnya. Meski tak di panggung nyata seperti biasanya, bisa lewat bantuan teknologi Live Streaming Via You Tube. “Jangan sampai kita tak pentas karena tuntutan naskah. Jangan sampai kita tak pentas, karena tuntutan setting. Jalan apa adanya, yang terpenting penonton kita tahu dengan setting dan simbol yang kita sajikan dan terhibur. Jadi kita jangan takut untuk pentas, kalau mau pentas, ya , pentas saja, ” ujar sutradara yang sudah menggarap puluhan naskah ini. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here