Tema Sepiritualitas dalam Kuncer Isbedy Terbaru

SumateraPost – Kumpulan cerpen “Malaikat Turun di Malam Ramadan” sudah beredar, hari ini (30/4/2021).

Untuk memenuhi pre order (PO), Siger Publisher hanya meluncurkan 50 eksemplar. Ini memenuhi pemesan di sesi PO.

“Kalau masih ada yang memesan bisa kita tambah,” kata Lukman Hakim Daldari, editor yang merangkap pemburu cerpen-cerpen Isbedy Stiawan ZS yang ditulis 2002 sampai 2018 sebanyak 12 cerita pendek (cerpen).

Dikatakan pemburu, karena ke 12 cerpen dalam buku ini sudah tak dimiliki dokumentasinya oleh sastrawannya, Isbedy Stiawan ZS.

Lukman mendapatkan kembali 12 cerpen Paus Sastra Lampung itu dari berbagai kliping dan media online. “Saya juga sampai ke Padang dan Pulau Jawa, mencari ke pendokumen/kliping koran,” katanya.

Lukman mengatakan, cerpen-cerpen dalam buku ini bertema sepiritualitas islami. Misal, cerpen “Sebotol Mineral”, “Batu Hitam Itu”, “Malaikat Turun di Malam Ramadan”, dan “Si Pemabuk Itu Bertobat”.

Dicontohkan bagaimana menyesal tokoh Mas Tohari ketika ia lupa memberi uang kepada seorang ibu yang ingin berbuka puasa.

“Padahal ibu hanya punya uang Rp5 ribu dan ditolak penjual saat ingin membeli sebotol mineral untuk buka puasa. Tokoh Mas Tohari akhirnya yang membayar. Namun ia lupa memberi uang buat makan, sementara ibu itu sudah menghilang,” jelas dia.

Lalu ia mencari-cari ibu itu di kota Ubud, Bali itu. Dan tak bertemu, bahkan Mas Tohari tak kembali ke tengah-tengah rekannya.

“Ini salah satu contoh tema yang diangkat Isbedy dalam buku cerpen ke 12 pengampu Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS ini.

Sementara Isbedy Stiawan ZS, dihubungi terpisah, mengatakan bahwa beredarnya kumcer ini sangat tepat, yakni pada bulan penuh berkah dan pengampunan: Ramadan 1442.

“Semoga nilai-nilai yang diusung mengandung kebaikan,” kata sastrawan terproduktif saat ini.

Isbedy pada tahun 2021 ini telah meluncurkan tiga judul buku puisi ini, juga tahun lalu kumcernya “Aku Betina Kau Perempuan” diterbitkan basabasi Yogyakarta.

Dijelaskan kumcer ini sudah dipesan PO dengan harga Rp55.000 oleh Muchlas E. Bastari, Taufik Ikram Jamil (Riau), Hermawan AN (Padang), Muhary (NTB), Wahyu Sasongko (guru besar Unila), Hendro Siswanggono (Sidoarjo), Yozi Rizal (politisi/aleg DPRD Lampung), Himawan Ali Imron (aleg/DPRD Lampung), dan lainnya.

Bagi yang berminat, kata Isbedy, dapat menghubungi ke nomor kontak WA, atau akun FB dan IG-nya.

“Harga sudah normal, Rp65 ribu,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here