Tergerak Bergerak Menggerakkan

Sumaterapost.co, Lampung Timur – Tergerak Bergerak Menggerakkan merupakan motto dari Pendidikan Guru Penggerak, motto ini juga memotivasi para Guru Penggerak saat Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar, yang di gelar di MAN 1 Lampung Timur, Sabtu (13/11).

Seperti yang diungkapkan oleh beberapa Calon Guru Penggerak, Gawang Prasetyo, S. Pd.Guru SMPN 1 Marga 3 Lampung Timur, mengungkapkan, Saya selaku
Calon Guru Penggerak, termotivasi, Tergerak, Menggerkkan komunitas, praktisi untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang berpihak kepada anak, untuk berkreasi dan berinovasi mempersiapkan masa depan anak.

Senada dengan Yuanita Dwi Parasta. M.Pd. Guru yang merupakan Calon Guru Penggerak dari SMP N 2 Sukadana Lampung Timur, mengatakan,
Stand dalam Festival Panen Hasil Belajar, merupakan, evaluasi program yang telah berjalan 8 bulan, dimulai dari materi, fasilitator. Instruktur pendamping praktek.
Pendidikan Guru Penggerak ini dalam waktu yang panjang 9 bulan dan di bulan ke delapan inilah perlu di evaluasi.

Pada evaluasi yang dikemas dalam Festival Panen Hasil Belajar ini, kami mengambil tema tanaman sayuran dan buah-buahan, Polo gemantung, polo semampar, polo kependem.

Tanaman disekolah ini produknya untuk ke kantin sekolah, dan ada juga program cooking day yang bermanfaat untuk sekolah, dan semua pembelajaran dari limbah yang ada di sekeliling kita, Ujar Yuanita Dwi Parasta.

Sedangkan, Nurhayati. M. Pd SMAN 1 Bandar Sribhawono, Calon Guru Penggerak (CGP), angkatan 2 termotivasi, dengan motto, Tergerak, Bergerak, Menggerakkan, menurut Nurhayati, Saya mengikuti guru penggerak agar proses belajar mengajar lebih baik. dan tercipta murid yang lebih berkualitas, lebih senang karena akan menemukan jati dirinya sesuai kempuan yang dimiliki berkreasi menggunakan kemampuannya memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekelilingnya, pada Lokakarya 7 ini merupakan proses ending akhir sebagai evaluasi Pendidikan Guru Penggerak.

Sama halnya dengan Farida Kuswandani. S. Pd. Calon Guru Penggerak dari SDN Srimenanti, mengatakan, Galeri photo yang di pamerkan pada Festival Panen Hasil Belajar, merupakan aksi nyata, karya guru dan siswa, sebagai contoh produk ini, dari kulit melon dijadikan nata de melo, dari kerang untuk pernak – pernik souvenir, semua produk ini merupakan Loli osbela, (Pengelolaan Limbah Sebagai obyek Sumber Belajar).papar Farida Kuswandani.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur, Marsan. S.Pd.Ing, yang diwakili oleh Kabid Pembinaan Ketenagaan, Gunadi. S. STP., M.M, mengatakan, mengapresiasi pelaksanaan Lokakarya 7 yang di kemas dalam Festival Panen Hasil Belajar “Luar biasa hasil karya inovasi dari Calon Guru Penggerak yang memanfaatkan limbah di sekitar lingkungan sehingga lebih bermanfaat dan berdaya guna.

Disampaikan pula di hadapan para peserta Lokakarya 7 bahwa, Tahun ini terakhir diadakan Diklat Cakep dan Cawas, karena tahun kedepannya untuk menjadi Kepala Sekolah maupun Pengawas, dengan syarat sudah menjadi Guru penggerak.

Hal ini agar diinformasikan kepada guru lainnya untuk mengikuti angkatan 6 Guru Penggerak pada Bulan Januari.

Diingatkan kembali oleh Kabid Pembinaan Ketenagaan, Karena Guru penggerak diproyeksikan untuk menjadi Kepala Sekolah karena syarat Kepala Sekolah adalah sertifikat Guru Penggerak tidak ada lagi Diklat Cakep, ujar Gunadi S. STP., M. M. (Andoyo)