Terkait Heboh di Lapas Kelas IIA Tanjung Raja , Kepala Lapas Terkesan Tertutup Saat Awak OI Ingin Konfirmasi

Sumaterapost.co | Ogan Ilir – Terkait Warga Binaan Pemasyasarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tanjung Raja yang tewas di rumah sakit yang usai mengkonsumsi Narkoba, Pihak Lapas Kelas IIA Tanjung Raja terkesan tertutup bagi awak media yang ingin konfirmasi.

 

Saat tim awak media masuk ke Lapas Kelas IIA Tanjung Raja ingin konfirmasi dengan Kepala Lapas atau Pihak Humas Terkait pemberitaan sebelumnya tentang Warga Binaan yang meninggal karena diduga mengkonsumsi narkoba, melalui petugas jaga dikatakannya Kepala Lapas belum bisa ditemui,

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

 

“Kepala Lapas dan Humas belum bisa ditemui karena ada kegiatan Zoom Meting,” jelasnya sambil berlalu menutup pintu, (Jum’at/15 Juli).

 

Diberikan Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah mengungkapkan ada seorang warga binaan Lapas Tanjung Raja meninggal dunia beberapa hari lalu. Menurut Amir, warga binaan bernama Anjas Prayoga (25) warga Tanjung Raja yang merupakan narapidana kasus narkoba.

 

“Informasi dari keluarga, warga binaan ini habis mengonsumsi sabu. Setelah itu dia hilang nafsu makan, lalu sakit kepala dan minum obat,” kata Amir kepada wartawan di gedung DPRD Ogan Ilir, Tanjung Senai, Rabu, (13/7/2022) lalu.

Baca Juga :  Terkait Tambang Pasir di Lebung Bandung, Anggota DPRD OI AR Membantah Tegas

 

Dikatakannya peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (9/3/2022) lalu itu, warga binaan tersebut dirawat di RSUD Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Keesokannya atau pada Minggu (10/7/2022) pagi sekira pukul 05.30 WIB, Anjas menghembuskan nafas terakhir.

 

Sempat tersiar kabar bahwa Anjas tewas ditusuk sesama warga binaan di dalam rumah tahanan, namun Amir menegaskan bahwa kabar tersebut tak benar.

Baca Juga :  Tambang Pasir Ilegal Milik Salah Satu Anggota DPRD OI Yang Beroperasi di Desa Lebung Bandung Labrak UU No 3!

“Bukan, bukan Itu (warga binaan tewas) karena narkoba,” tegas Amir.

 

Dia berharap aparat penegak hukum (APH) seperti BNN dan Polres Ogan Ilir, juga Polda Sumatera Selatan menindaklanjuti peredaran narkoba di dalam Lapas.

 

“Kami ingin dorong ada sidak supaya peredaran narkoba di Lapas Tanjung Raja tidak terjadi lagi,” pungkas Amir. F’c