Terkait Virus Corona, 12 Tenaga Medis RS Djoelham Binjai Diisolasi

SumateraPost.co, Binjai – Pemerintah Kota Binjai mengisolasi 12 tenaga medis RSUD Dr RM Djoelham, setelah mereka tanpa sengaja merawat seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kabupaten Langkat, Selasa (07/04/2020) malam.

Proses isolasi dilakukan secara mandiri dengan merumahkan sementara ke-12 tenaga medis terkait, disertai pengawasan rutin oleh petugas, mulai Rabu (08/04/2020) hingga dua pekan ke depan.

“Kami sangat sesalkan kejadian tadi malam, yang membuat tenaga medis kami terpaksa diisolasi,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Binjai, Ahmad Yani Tarigan, dalam keterangannya kepasa wartawan di Posko Penanggulangan Covid-19 Kota Binjai, Rabu (08/04/2020) pagi.

Yani mengakui ada standard operational procedure (SOP) penanganan Covid-19 yang dilanggar oleh pasien terkait. Selain itu, ada pula dugaan kelalaian dalam hal penanganan dan pengawasan, baik yang dilakukan rumah sakit ataupun tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah asal pasien.

Atas persoalan itu, dia pun mengimbau dan mengingatkan para Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 di kabupaten/kota lainnya agar lebih meningkatkan koordinasi.

“Adanya kejadian tadi malam, cukup membuktikan korodinasi lintas daerah atas penanganan dan pengawasan PDP Covid-19 belum optimal,” sesalnya.

Apalagi PDP Covid-19 yang seharusnya dirawat ke rumah sakit rujukan, justru menolak mengikuti SOP yang telah ditetapkan Pemerintah dan lebih memilih berobat secara mandiri.

“Kita juga sangat menyesalkan sikap dari pasien terkait, yang terkesan tidak jujur dalam memberikan keterangan kepada petugas medis di Rumah Sakit Djoelham,” ujar Yani.

Sebelumnya, Direktur RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai, David Tambun, menyatakan, pasien terkait sebelumnya sudah dinyatakan sebagai PDP Covid-19 oleh tim medis salah satu rumah sakit di Kabupaten Langkat.

Bahkan dia pun sudah disiapkan untuk menjalani penanganan medis lanjutan pada salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kota Medan.

Hanya saja pasien tersebut tetap bersikeras tidak bersedia dirujuk dan lebih memilih datang sendiri ke RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai untuk mengobati sakitnya.

“Sangat disayangkan si pasien justru bersikap tidak jujur alias berbohong saat memberikan keterangan kepada petugas medis kami,” terang David.

Sehingga pasca kejadian itu, pihaknya terpaksa mengisolasi 12 petugas medis yang sempat menangani pasien terkait dan meminta mereka untuk tidak masuk bekerja untuk sementara waktu.

“Saat ini, si pasien terkait telah kita bawa ke salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 yanh ada di Kota Medan. Di sana dia akan menjalani perawatan medis hingga beberapa hari ke depan,” jelas David.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Sugianto, mengharapkan masyarakat dapat lebih terbuka dan responsif dalam menginformasikan keberadaan siapapun warga yang dicurigai terjangkit Covid-19.

Dia juga meminta masyarakat agar mematuhi imbauan Pemerintah Kota Binjai, dengan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan, tidak ke luar rumah dan berkumpul untuk sementara waktu, menjaga jarak interkasi, bekerja dan belajar dari rumah, serta mengenakan masker ketika terpaksa ke luar rumah.

“Mari kita jadikan kejadian tadi malam sebagai sebuah pembelajaran berharga, demi melindungi diri kita, keluarga, teman, dan orang lain dari bahaya Covid-19,” seru Sugianto. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here