Terlambat Diusir, Khoiru Ummah Ujian Tatap Muka Ditengah Pandemi

SumateraPost, Bogor – Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Khoiru Ummah, Shabrina Mumtaz diusir, tak bisa mengikuti ujian tatap muka yang digelar disekolah tersebut.

Sekolah yang beralamat di Jalan Raden Kan’an, RT.05 RW.04, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor ini, orang tuanya menyesali penerapan peraturan ketat yang dilancar manageman Madrasah Khoiru Ummah, dibawah pembinaan Kementerian Agama Kota Bogor.

Sekolah yang berjargon “Sekolah Tahfizh Plus”, ternyata menerapkan system Standar Operasional Prosedur (SOP) dinilai berlebihan ditengah Pandemi Covid- 19. Hal itu terbukti, “diusirnya” salah seorang siswa kelas 2 bernama Shabrina Mumtaz. Dia terpaksa dipulangkan dan tidak boleh mengikuti ujian Tahfidz dalih terlambat.

Orang tua Shabrina Mumtaz, diketahui salah seorang penyumbang ratusan juta di sekolah tersebut. Hanya gara gara terlambat beberapa menit, dia terpaksa dipulangkan dan tidak boleh ikut ujian.

Baca Juga :  Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) di Aula Kecamatan Losarang

“Sudah berupaya semaksimal mungkin bahkan hingga menggunakan kendaraan Online agar bisa tepat waktu, tetapi masih terlambat juga dan akhirnya tidak boleh ikut ujian” kata Atfah orang tua Shabrina , Arfah.

Saat dikonfirmasi Kepala MI Khoiru Ummah, Ustad Amiruddin, tidak berada di sekolah. Menurut informasi Ustad Amirudin sedang mengikuti Bimbingan Tekhnik (Bintek) di Kantor Kementerian Agama Kota Bogor. Namun Wakil Kepala MI, Rosanti menolak kalau Shabrina Mumtaz diusir dari sekolah hingga tak bisa ikut ujian.

“Maaf Shabrina Mumtaz bukan diusir, tetapi Shabrina terlambat lebih dari tiga puluh menit. SOP kami berlakukan, terpaksa Shabrina Mumtadz tidak diperkenankan mengikuti ujian” kata Rosanti.

Baca Juga :  Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) di Aula Kecamatan Losarang

Sebelumnya, kata Rosanti, Jam masuk ujian ditentukan pukul 07.30 WIB dan anak diwajibkan berada di sekolah pukul 07.15. Sedangtkan Mumtaz baru datang jam 08.05 sehingga dengan terpaksa Mumtaz tidak dapat diperkenankan mengikuti ujian” ujarnya.

“Kami sengaja menerapkan SOP ini untuk meningkatkan kedisiplinan anak, kepada para orang tua agar anak anaknya tidak terlambat, sebisa mungkin berangkat dari rumah pagi sekali. Siswa disini ada dari Cibinong,” ungkap Rosanti.

Disinggung Mumtaz anak seorang donatur di sekolah, Rosanti dengan tegas menyebutkan tidak peduli, mau anak yang nyumbang ke maupun yang tidak nyumbang. “Saya berlakukan sama biar mereka memiliki kedisiplinan” ujarnya.

Diakhir konfirmasi Rosanti keberatan namanya disebutkan dalam pemberitaan termasuk Poto dirinya. Namun wakil Kepsek Khoru Ummah ini sebelumnya menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan.

Baca Juga :  Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunia (BPNT) di Aula Kecamatan Losarang

Ketua Umum LSM Barisan Monitoring Hukum Irianto, menyesalkan sikap tersebut Menurutnya sekolah tidak bisa menerapkan aturan kaku. Apalagi para siswa masih tarap pembinaan setingkat sekolah dasar.

“Sekolah harusnya memiliki toleransi terhadap para siswa, apalagi dalih ujian. Sekolah juga harus mempertimbangkan sisi psikologis anak. Saya yakin anak akan jadi minder dan malu karena harus dipulangkan” katanya.

Dikatakan, saat ini sekolah tidak boleh melakukan tatap muka, ini kenapa sekolah itu melakukan tatap muka. Ini pelanggaran, Pemerintah Kota Bogogr harus memiliki ketegasan kenapa sekolah lain melakukan ujian tatap muka dilarang. Kok MI Khoiru Ummah dibiarkan” tegas Irianto. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here