Tidak Satupun Negara Dunia Terbebas Tekanan Pasar Keuangan

SumateraPost.co, Medan-Tidak satupun negara di dunia terbebas dari tekanan pasar keuangan.Termasuk kondisi pasar keuangan Indonesia benar-benar berada dalam tekanan serius sehingga investor bingung berinvestasi.

Tak ada satu negara pun menjanjikan keuntungan serta terhindar dari penyebaran virus corona. Semua tekanan mengarah kepada kemungkinan resesi lebih besar di masa datang.

Pengamat ekonomi Gunawan Benyamin memprediksikan pasar keuangan tidak lagi menarik seiring terpuruknya pasar keuangan global yang dimotori terkoreksinya bur sa saham di Amerika dan Cina.

Namun, ada satu produk investasi yang justru mengalami kenaikan yakni emas. Harga logam mulia ini melompat tinggi di saat sejumlah instrument keuangan lainnya mengalami pelemahan.

“Emas saat ini bertengger di kisaran $1.687 per ons troy setara Rp780 ribu/gram dengan kurs 14.346 per US dolar,” rinci Benyamin saat berbicara kepada media ini di Medan, Selasa 10/3/2020.

Ekspektasi harga emas akan naik menjadi Rp1 juta per gram bukanlah isapan jempol. Terlebih jika penyebaran corona berlanjut, perang AS Turki meluas, hingga masalah tekanan ekonomi makro dunia.

“Semuanya berpeluang mengarah ke sana. Saya menilai apa yang terjadi saat ini merupakan pertanda awal dari potensi kenaikan harga emas lebih signifikan,”.prediksi Dosen Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini.

Tidak salah katanya jika masyarakat terus memburu emas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Banyak yang menyesalkan, disaat corona menyebar, justru konflik politik antar banyak negara bermunculan. Setelah sebelumnya di Januari kita dikejutkan perang antara AS dengan Iran. (tiara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here