Tim Abdimas FISIP USU Gelar Pelatihan Penyusunan Monografi dan Profil Desa  

Sumaterapost.co | Deli Serdang – Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) FISIP USU yang diketuai oleh Dra Februati Trimurni, MSi, PhD yang beranggotakan Dr. R. Sally Marisa Sihombing, S.I.P, M.Si dan M. Imanuddin Kandias Saraan, S.Sos, M.Si melakukan pelatihan tentang Penyusunan Monografi dan Profil Desa di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, Pelatihan ini bertempat di Aula Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batangkuis, Minggu, (14/08/2022).

 

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa dalam menyusun Monografi Desa dan Profil Desa Bakaran Batu.

 

Ketua Abdimas FISIP USU, Februati Trimurni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat serta rangkaian program pendampingan desa sejak adanya nota kesepahaman antara USU dan Kabupaten Deli Serdang tahun 2019. dengan Pemerintahan Desa sebagai mitra sejak bulan Juni 2020.

Baca Juga :  Kapolsek Akan Tindak Galian C Diduga Iligal Yang Mulai Menjamur Di Batang Kuis

 

Ketua Abdimas yang juga sebagai Kepala Prodi Admininstrasi Publik, Universitas Sumatera Utara ini menyampaikan bahwa data sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan sehingga untuk mendapatkan data yang akurat dan valid dibutuhkan metode khusus salah satunya melalui penelitian ilmiah seperti sensus dengan memanfaatkan kuisioner sebagai instrumen pengumpul data yang utama.

 

Pada kesempatan ini, Tim Abdimas menyampaikan secara singkat tentang teknis pengambilan data, teknis melakukan wawancara dan observasi serta teknis pengambulan data sekunder.

 

Dengan pelatihan ini, aparatur desa diharapkan memiliki pemahaman tentang pengumpulan data dimaksud dan dapat melakukan pengumpulan data untuk semua rumah tangga yang ada di Desa Bakaran Batu.

 

Kepala Desa Bakaran Batu, Muslim Susanto, pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Ketua Tim Abdimas karena telah memilih Desa Bakaran Batu sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian.

 

Momen ini menjadi kesempatan bagi desa untuk memulai penyusunan monografi dan profil desa yang ke depan dapat digunakan dalam rangka perencanaan pembangunan maupun pengambilan kebijakan di desa.

Baca Juga :  SAPMA PP Sergai Bersama Rakyat Usut Tuntas Dugaan Pencemaran Limbah Udara PT Surya Jaya Agung

 

Kepala desa juga menyampaikan harapannya agar Tim Abdimas dapat melakukan pendampingan lanjutan pada sektor-sektor yang dinilai penting untuk dibenahi oleh desa.

 

Pelatihan ini sendiri menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang penyusunan monografi dan profil desa serta menghadirkan mahasiswa FISIP USU yang sedang melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Langkat.

 

Pada kesempatan ini, narasumber Abd. Rozak Tanjung, S.Sos, M.I.Pol menyampaikan bahwa permasalahan klasik di desa adalah ketidaktersediaan data yang akurat dan valid sehingga menjadi kendala dalam perencanaan kegiatan maupun pengambilan kebijakan.

 

Apalagi, data yang diharapkan merupakan data real time. Oleh karenanya ke depan, variabel-variabel data yang ada pada kuisioner dibuat dalam aplikasi khusus yang dapat dimutakhirkan secara periodik.

 

Pada kesempatan ini, mahasiswa yang tergabung dalam tim Abdimas melakukan simulasi pelaksanaan wawancara dan pengisian kuisioner. Di samping itu mereka juga berbagi pengalaman tentang potensi masalah dan alternatif solusi yang dilakukan dalam pengumpulan data di Langkat.

Baca Juga :  Pasca Kandaskan Maja Ilak di Piala BONAS CUP, Darma Wijaya Puji Penampilan PS Sergai

 

Kepala Desa Bakaran Batu, Muslim Susanto, dalam penutupan acara menyampaikan bahwa para peserta terlibat aktif dalam pelatihan serta menyampaikan komitmennya untuk mendukung program penyusunan monografi dan profil desa.

 

“Kami berharap Tim USU pada tahun depan dapat melakukan pendampingan seperti ini, bukan saja terkait dengan Monografi Desa melainkan pada aspek yang lebih luas seperti pendampingan tentang manajemen pemerintahan, pelatihan pertanian organik, pelayanan publik atau sektor lainnya,”ucapnya.

 

 

Para peserta menyambut baik kegiatan ini, selain menambah pengetahun juga akan menjadikan desa memiliki data kependudukan, data fisik wilayah, data potensi sosial budaya, data ekonomi dan data lainnya yang selama ini belum tersedia sebagaimana mestinya.

(4211ARI)