Tim Penyidik Kepolisian, Periksa Walikota Bogor Bima Arya

SumateraPost, Bogor – Untuk memastikan sesuai aturan terkait hasil tes swab Habib Rizieq Shihab (HRS). Walikota Bogor Bima Arya diperiksa tim penyidik dari Polresta Bogor Kota.

Bima, dicecer 14 pertanyaan atas pelaporan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengenai Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor, Kamis (3/12/2020).

Bima Arya menjalani pemeriksaan sebagai saksi, atas dugaan RS Ummi Bogor menghalang-halangi tugas Satgas Covid-19 terhadap pasien HRS.

“Pihak kepolisian ingin memastikan, apakah semuanya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak,” kata Bima usai pemeriksaan.

Bima sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dicecer 14 pertanyaan yang tanyakan tim penyidik. “Ada 14 pertanyaan, fokus terkait keberadaan HRS selama di rawat di RS Ummi,” ungkspnya.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Priyatnasyamsah mengaku dicecar 32 pertanyaan. Salah satu poin pertanyaan berkaitan dengan kedisiplinan rumah sakit umum.

Pemeriksaan Priyatnasyamsah berlangsung sekitar 4 jam. “Tadi dari jam 10.30 dimulai, istirahat satu jam, ini 14.30 selesai,” kata Priyatnasyamsah Selasa (1/12).

“Tupoksi BPBD dan Satgas seputar itu, arahnya ke laporan dari bidang penegakan dan kedisiplinan terkait rumah sakit umum,” tuturnya

Diketahui, Satgas COVID-19 Kota Bogor melaporkan Dirut RS UMMI Bogor Andi Tatat, diduga menghalang-halangi Satgas Covid- 19 melakukan swab test kepada Habib Rizieq. Satgas melaporkan Andi Tatat ke Polresta Bogor.

Polres Bogor telah memeriksa sejumlah pihak terkait laporan tersebut, termasuk dari pihak Satgas COVID-19 Kota Bogor dan RS UMMI. Bahkan polisi juga telah memeriksa pihak MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) selaku lembaga yang melakukan swab test pada HRS.(Den).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here