Tinjau Banjir Luapan Sungai Mencirim, Ini Kata Juliadi

SumateraPost, Binjai – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai nomor urut 3, H Juliadi SPd MM dan Drs H Amir Hamzah MAP (Jamaah), mengunjungi warga Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sabtu (14/11/2020) pagi.

Mereka hadir untuk meninjau kawasan pemukiman yang dilanda banjir luapan Sungai Mencirim, sembari menghampiri satu per satu rumah yang terendam air dan menyemangati para korban banjir di Lingkungan IV, V, dan VI, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota.

Terlihat hadir mendampingi kunjungan Pasangan Jamaah, Ketua Dewan Penasehat Tim Pemenangan Pasangan Jamaah, H Zulkarnain Dahlan Lubis, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jamaah, H Zainuddin Purba SH, Polotosi Partai Golkar, H Muhammad Yusuf SH, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Binjai, H Muhammad Sajali SE, dan Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Binjai, Agung Ramadhan.

Dari hasil diskusi dan pengamatannya, H Juliadi SPd MM mengaku, banjir yang melanda Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai, termasuk Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, dan Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, merupakan bencana alam yang memang tidak dapat terelakan.

Pasalnya, bencana banjir terjadi karena dipicu peningkatan volume air sungai Mencirim, akibat kiriman air yanh berasal dari daerah hulu sungai.

Meskipun tidak dapat dihindarkan, namun H Juliadi SPd MM menyatakan, dampak bencana dan potensi kerusakan akibat banjir yang melanda kawasan itu tentunya dapat diminimalisir dengan mengoptimalkan proses mitigasi.

Dimana menurutnya, mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Adapun tujuannya, kata H Juliadi SPd MM, tidak lain untuk mengurangi resiko korban dan kerusakan, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat di selitar daerah bantaran sungai.

“Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Antara lain, normalisasi sungai, peningkatan daya tampung sungai, reboisasi terhadap daerah aliran sungai, serta meningkatkan pemahaman masyarakat agar senantiasa menjaga ekosistem sungai dan tidak buang sampah ke dalam sungai,” ujar ayah tiga anak tersebut. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here