TPST BUMDes Jati Asih, Solusi Kelola Sampah

Brebes SumateraPost.co – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sangat berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan. Badan usaha tersebut, dibentuk sesuai potensi serta permasalahan yang ada di desa setempat.¹ Adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BUMDes Jati Asih, menjadi solusi membantu pemerintah daerah dalam upaya mengurangi permasalahan sampah dan pengelolaannya.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat meresmikan TPST BUMDes Jati Asih Desa Janegara Kecamatan Jatibarang, Kamis (1/10).

“Terlebih pertumbuhan konsumsi domestik dan sektor produksi di Kabupaten Brebes meningkat besar, dan kompleksitas permasalahan sampah dalam hal pelayanan dan pengelolaan maupun pengendalian sangat berdampak terhadap kesehatan manusia dan kelestarian fungsi lingkungan hidup,” ucap Idza.

Kata Idza, BUMDes pengelolaan sampah menjadi tumpuan paling depan dalam mengelola sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, yang sampai saat ini masih mendominasi secara prosentase dari jumlah total timbunan sampah.

“Keberhasilan BUMDes pengelolaan sampah, akan menjadi indikasi keberhasilan kita dalam mencegah dampak yang ditimbulkannya, seperti pencemaran dan perusakan lingkungan baik pada media air, tanah maupun udara,” terang Idza.

Lebih lanjut, Idza mengatakan Bumdes pengelolaan sampah adalah terobosan dalam mengelola sampah secara terpadu dalam satu lingkup regional tertentu, terutama dalam suatu wilayah administrasi yang memungkinkan sinkronisasi dan penganggaran serta penguatan dalam pelaksanaan dan evaluasi program pengelolaan sampah.

“Tentunya BUMDes ini, dapat menjadi pelopor pengelolaan sampah secara terpadu di Kabupaten Brebes, yang mengusahakan pelayanan pengelolaan sampah rumah tangga dari desa desa di wilayah Kecamatan Jatibarang. Sehingga menjadi contoh bagi kecamatan lainnya,” harap Idza.

Ketua TPST BUMDes Jati Asih Didi Setiadi mengatakan, BUMDes Jati Asih sudah berdiri sejak 22 Desember 2018, melalui musyawarah para Kades se Kecamatan Jatibarang. Para Kepala desa terusik dengan banyaknya timbunan sampah disepanjang jalan dari Jatibarang sampai Brebes. Sehingga menimbulkan bau tak sedap, sumber penyakit serta pemandangan sangat kotor.

“Dari permasalahan tersebut, sampah kita kelola menjadi kompos dan kelebihannya kita angkut ke TPA Kaliwlingi,” paparnya.

Sumber biaya BUMDes, ungkap Didi, dari iuran 22 desa di Kecamatan Jatibarang sebesar 100 juta per desa. Dari iuran tersebut bisa mengadakan 3 mesin pencacah sampah, dengan kapasitas per mesin menghasilkan 3 Kwintal.

“Saat ini baru 10 desa mengirimkan sampah ke BUMDes, setelah dipilah sampah diproses menjadi kompos. Hasil pupuk kompos kita jual per kilo Rp 1.500 kepada petani dan penggemar tanaman hias,” jelasnya.

Dengan BUMDes ini, Didi yakin bahwa sampah bisa bernilai layaknya emas. Tidak hanya mensejahterakan, juga menjadikan desa bersih, warga sehat dan sampah menjadi penghasilan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penanaman pohon bersama SKPD Brebes, Camat dan Forkopimca Jatibarang serta Kades dalam rangka peringatan World Cleanup Day (WCD) 2020. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here