BANDAR LAMPUNG – Semangat petualangan, kepemimpinan, dan cinta alam kembali digaungkan Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Pecinta Alam (UKM Artala) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) 2026. Kegiatan tahunan ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter bagi calon anggota baru UKM Artala.
Pembukaan Diksar berlangsung Rabu, 4 Februari 2026 pukul 09.00 WIB di Lapangan Basket IIB Darmajaya, sebelum peserta diberangkatkan ke lokasi utama kegiatan di alam terbuka. Selama 5–8 Februari 2026, para peserta mengikuti rangkaian pendidikan dasar di Youth Camp, Desa Muncak Dusun 1 Sungkai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Lokasi ini dipilih karena dinilai mampu menghadirkan tantangan alam sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata di luar kelas.
Dosen Pembina UKM Artala, Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng, menegaskan bahwa Diksar bukan sekadar kegiatan luar ruang, melainkan proses pendidikan karakter yang terstruktur. “Diksar itu bukan hanya soal naik gunung atau kegiatan fisik. Ini adalah proses membentuk mental tangguh, disiplin, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan di alam terbuka memberi pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh pembelajaran di ruang kelas. Menurutnya, interaksi langsung dengan alam dan dinamika tim akan melatih mahasiswa berpikir cepat, bekerja sama, serta saling peduli. Dr. Chairani juga menilai bahwa UKM seperti Artala memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Menurutnya, Diksar menjadi ruang pembentukan karakter yang kuat, karena mahasiswa dilatih keluar dari zona nyaman dan belajar memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Panitia pelaksana berharap kegiatan ini melahirkan generasi baru anggota Artala yang berintegritas, berjiwa petualang, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Lebih dari sekadar kegiatan organisasi, Diksar menjadi simbol perjalanan mahasiswa dalam menemukan jati diri, membangun solidaritas, dan menanamkan nilai tanggung jawab—baik terhadap tim, kampus, maupun alam. (**)




