BANDAR LAMPUNG – Semangat kemanusiaan membara di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. UKM KSR PMI Unit Darmajaya menggelar pendidikan dan sosialisasi manfaat donor darah pada Senin, 2 Februari 2026, sebagai langkah nyata membentuk relawan muda yang sadar, peduli, dan siap bergerak.
Kegiatan ini menghadirkan Fina Fisabilillah, SKM., M.Kes., pemateri dari UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, yang mengupas tuntas pentingnya donor darah dari sisi kesehatan hingga dampak sosialnya. Dalam pemaparannya, Fina menegaskan bahwa donor darah adalah aksi sederhana dengan dampak besar. “Satu kantong darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan lebih dari satu nyawa. Donor darah itu sederhana, tapi efeknya luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa donor darah rutin memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu menjaga kesehatan jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Selain itu, proses donor juga bisa menjadi deteksi dini kondisi kesehatan. Fina menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah karena mereka adalah kelompok paling potensial untuk menjadi pendonor aktif sekaligus agen edukasi.
Dukungan penuh juga datang dari pihak kampus. Plt Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., menilai kegiatan ini bukan hanya rutinitas organisasi, tetapi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan KSR PMI Unit Darmajaya. Ini bukan hanya tentang donor darah, tetapi tentang membangun kepedulian sosial dan jiwa kemanusiaan mahasiswa sejak dini,” ungkapnya.
Doni juga menegaskan bahwa kampus akan terus mendukung aktivitas kemahasiswaan yang berdampak sosial, terutama yang menumbuhkan empati dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota KSR PMI Unit Darmajaya dan menjadi bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepalangmerahan (Diklatsar) ke-XXI yang berlangsung pada 1–3 Februari 2026.
Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga wawasan sosial dan kemanusiaan. Rangkaian Diklatsar ini akan dilanjutkan dengan diklat lapangan pada 5–7 Februari 2026 di Camp 91 sebagai tahap penguatan praktik dan kesiapsiagaan relawan.
Panitia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar relawan muda tidak hanya menjadi pendonor aktif, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitarnya. Mereka berharap anggota KSR bisa menjadi penggerak yang konsisten mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. (**)




