Unitario: Ki Gendeng Pamungkas Memang Hebat, Bekerja Diluar Nalar

SumateraPost, Bogor – Kepergian paranormal Ki Gendeng Pamungkas meninggalkan kesan mendalam bagi Direktur LSM Hr’y Center Unitario Hardjanto, sahabat Gendeng Pamungkas.

“Pak Gendeng (Ki Gendeng Pamungkas) selalu buat langkah kontroversial dan bekerja diluar nalar. Apa saja yang akan dilakukan selalu dikatakan bisa, meski sulit. Begitu kuat kepercayaan dirinya,” kata Unitario Hardjanto Ahad (7/6/2020).

Unitario mengisahkan Ki Gendeng Pamungkas, memiliki kepribadian menarik. Terkadang berbuat sesuatu diluar akal, tapi apa yang dia inginkan itu pada akhirnya bisa diperbuat. Kepercayaan dirinya begitu kuat, seakan semua harus bisa. “Saya terkadang terheran heran. Itulah Gendeng” kata Unitario.

Anak kedua Ki Gendeng Pamungkas, Gebyar Nusantara Masardi mengatakan, ayah selalu berpesan agar selalu tegar dalam menghadapi cobaan hidup, selalu kuat dan tidak menjadi pengecut.

“Ayah selalu beri pesan dan membekas itu dia bilang kemerdekaan itu tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi pengecut,” kata Gebyar Nusantara Masardi saat ditemui di Sawangan Depok.

Gebyar mengatakan, ayahnya merupakan sosok ayah idaman. “Almarhum menurut saya ayah terbaik di dunia ini ya, kalau ada seorang anak yang mengenal sosok beliau pasti pengen jadi anaknya, menurut saya begitu,” tutur Gebyar.

Gebyar menceritakan, ayahnya selalu mencari kesenangan baik terhadap dirinya maupun untuk orang di sekitarnya.

“Beliau itu punya sikap altruistik yang sangat besar, beliau baik pada semua banyak orang,” kata Gebyar.

Ki Gendeng Pamungkas meninggal di Rumah Sakit Mulia, Jalan Pajajaran, Kota Bogor Sabtu 6 Juni 2020 sekitar pukul 14.54, akibat komplikasi diabetes dan jantung.

Keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Sawangan, Depok pukul 16.47. Jenazah langsung dimakamkan hari itu juga.

Ki Gendeng sempat mencalonkan diri jadi Walikota Bogor pada tahun 2008. Dirinya juga sempat viral karena penolakan kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush ke Bogor pada 20 November 2006, dan ritual di bawah Tugu Kujang.

Pada tahun 2017 Ki Gendeng ditangkap Polda Metro Jaya, karena ujaran kebencian. Namun sempat heboh karena listrik di suruh Polda Metro Jaya tiba tiba padam, saat Ki Gendeng Pamungkas di minta keterangan. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here