Uno Inginkan Revisi KPK Tak Terjadi Pelemahan

Sumaterapost, Bogor—Gelombang aksi protes penolakan Revisi Undang Undang (RUU) No 30 tahun 2002 tentang KPK, terjadi dimana mana, Sejak digelarnya Revisi tersebut, para demonstran menilai RUU tersebut, sebuah rekayasa pemerintah Jokowi untuk pelemahan KPK.

Tokoh nasional ekonomi kerakyatan, Sandiaga Uno mengatakan Tim Prabowo Sandi sudah menyampaikan beberpa point usulan terhadap revisi di DPR. Usulan tersebut, jangan sampai berdampak pada pelemahan KPK.

“Kita sudah menyampaikan beberapa poin usulan harus diperhatikan di DPR, terhadap revisi UU KPK”, kata Sandiaga Uno usai pembukaan Rakernas pertama Buru Pas dan Grempas di Hotel Accram Megamendung Kabupaten Bogor Jumat (20/9) sore

Menurut Sandiaga, usulan tersebut jangan sampai revisi UU KPK terjadi pelemahan dalam memberantas korupsi di tanah air. Tim Probowo Sandi diperwakilan di DPR sudah diberi masukan jangan sampai revisi Undang Undang tersebut terjadi pelemahan KPK dalam menjalankan tugasnya pokoknya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno dalam Rakernas yang digelar Buru Pas dan Germpas bertema, Menyonsong Terwujudnya Indonesia. Bertanya pada peserta Rakernas Apakan ekonomi rakyat tambah lebih baik, harga barang pada turun. Biaya hidup lebih murah. Pertanyaan Sandiaga Uno di jawab dengan suara keras, TIDAK. Ditambah para peserta pengangguran semakin bertambah.

Buru Pas dan Gerampas merupakan lembaga perekoniman kerakyatan bentukan Sandiaga Uno, saat Pilpres. Sandiaga Uno menginginkan pertimbuhan perekonomian rakyat signifikan dengan melibatkan dan memberdayakan para pelaku ekonomi rakyat di berbagai daerah.

Rakernas pertama yang digelar dari Jumat hingga Minggu tersebut, diikuti perwakilan dari berbagai wilajah di seluruh Provinsi di tanah air. Mereka memaparkan berbagai kegiatan perekonomian di wilayah masing masing,daerah. Gina mendongkerak lajunya pertumbuhan ekonomi di daerah.. .

Perekonomian Indonesia semakin terpuruk dan pemerintah sepertinya membairkan ekonomi tumbuh sendiri sendiri. Akibatnya, rakyat menderita sedangkan campur tangan pemerintah sepertinya belum maksimal dan sibuk dengan program pemindahan ibukota di Kalimantan, hingga lupa pertumbuhan ekonomi rakyat dan terus terpuruk, kata Ketum Baru Pas Azrah Rydha. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here