Upaya Damai Perselisihan Kontraktor dan Wartawan Gagal Terwujud

Idm times

Sumaterapost, Aceh Timur – Upaya penyelesaian damai kasus perseteruan antara Ridwan (kontraktor) alias Iwan dan Azhar (wartawan) alias Rais Azhary dimediasi Pengurus PPWI Aceh Utara, Rabu (30/09/2020) gagal terwujud. Upaya damai tersebut turut diikuti oleh 2 Ketua LSM dan beberapa wartawan bertempat di lantai II AA Caffe Perbatasan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.

Sekjen PPWI Aceh Utara Zulkarnaini mengatakan upaya damai itu gagal dikarenakan Ridwan tidak bersedia menanda tangani surat Pernyataan yang telah dibuat oleh pihaknya bersama ketua LSM, karena satu tuntutan dari Ridwan tidak dimasukkan kedalam point surat perdamaian tersebut.

Adapun bunyi dari surat pernyataan itu adalah: Bahwa kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah perselisihan atau kesalahpahaman yang telah terjadi diselesaikan secara kekeluargaan.
Antara kedua belah pihak saling maaf memaafkan dan tidak lagi saling tuntut menuntut. Dan setelah surat pernyataan damai ditanda tangani masing-masing pihak tidak lagi saling tuding menuding.

Surat perdamaian yang telah tanda tangani Azhar (wartawan) di atas materai 6000 selaku pihak pertama juga turut dibubuhi tanda tangan beberapa orang saksi yaitu Azhar Ketua LSM GRAM, Razali Yusuf Ketua Aceh Future, Masri,SP dari Persatuan Wartawan Online (PWO) Aceh. Razali Samidan Ketuan Harian PPWI Aceh Utara, Is Tanjoeng dari Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT).

“Namun Ridwan selaku pihak kedua menolak menanda tanganinya dengan alasan harus dibuat satu point tambahan lagi, bahwa apa yang diberitakan oleh sejumlah media adalah tidak benar alias hoaks. Namun Azhar selaku pihak pertama menolak bila mencantumkan point tersebut,” ujar Zulkarnaini.

Namun demikian, pihaknya bersama rekan rekan pers dan LSM telah berusaha untuk mediasi penyesaian keduanya secara damai dan kekeluargaan, namun usaha perdamaian tersebut gagal terwujud, jelasnya.

“Ya kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendamaikan keduanya secara kekeluargaan, kita sudah melakukan pendekatan dari hati ke hati, sebaiknya persoalan ini jangan terus berlanjut dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Zulkarnaini.

Hal senada juga disampaikan Ketua l
LSM Acheh Future Razali Yusuf, “Karena keduanya sudah saling kenal dan tinggal dalam satu kecamatan hanya desa yang berbeda. Kita sebagai teman baik berinisiatif untuk menyelesaikan persoalan antara kedua nya secara damai dan kekeluargaan. Persoalan ini tidak harus diselesaikan melalui jalur hukum” ujar Razali Yusuf.

Ceklie juga berharap kepada Ridwan dan Azhar untuk mempertimbangkan kembali upaya damai yang dilakukan.
“Kedua nya coba mempertimbangkan kembali untuk berdamai secara kekeluargaan, setiap masalah pasti ada solusi jangan sampai masalah ini melebar, yang satu jadi abu, satu nya lagi jadi arang, kan tidak baik kita selaku orang muslim harus saling memaafkan” tandas Ceklie. (rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here