Usai Tendangan Gledek, Pak Kasat Minta Maaf

SumateraPost, Bogor – Buntut penganiayaan hingga mengeluarkan tendangan gledek terhadap mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat berujuk rasa menyuarakan keperihatinan. Satpol PP Kabupaten Bogor hanya meminta maaf atas insiden tersebut.

Video dan narasi yang beredar, mahasiswa HMI unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bogor, Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin. Massa gelar unjuk rasa, terkait pembangunan RSUD Leuwiliang ditenggarai terjadi penyimpangan.

Belum diketahui penyebab demo ricuh. Puluhan polisi dan anggota Satpol PP berusaha melerai agar suasana tidak semakin runyam.

Satu anggota Satpol PP berlari dari arah belakang, melompat bergaya salto dan menendang mahasiswa dengan tendangan gledek. Dua orang mahasiswa dan 1 petugas Satpol PP, tersungkur. Petugas lain pun ikut melerai.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho meminta maaf atas insiden tersebut. Menurutnya, aksi demo dilakukan tanpa menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan tidak diperkenankan.

“Pemkab Bogor tengah pemberlakuan PSBB Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berdasarkan Perbup Nomor 60/2020 seharusnya aksi demo tanpa protokol kesehatan tidak dilakukan,” kata Agus dalam keterangan Jumat (18/9/2020).

“Kami atas nama Satpol PP Kabupaten Bogor, minta maaf atas insiden dalam aksi tersebut,” ungkapnya.

Namun demikian Agus berjanji akan memeriksa anggotanya yang menendang pendemo. Dia akan menyampaikan hasil pemeriksaan internal pada publik.

“Kami sedang melakukan pendalaman secara internal terhadap insiden yang melibatkan Satpol PP dan akan menyampaikan secepat hasilnya,” kata Agus.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here