Video Wayang Potehi Karya Gus Amiq Sabet Juara “Halo, @China! Video Competition”

Wayang Potehi keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Indonesia, lestari hingga kini.

SumateraPost, Jombang – Video bertajuk, “Wayang Potehi Simbol Persatuan” karya sutradara Ahmad Azmi Amiq dari Pesantren La Raiba Hanifida berhasil memenangi“Halo, @China! Video Competition”. Video bergenre Travel Documentary produksi Hanifida Production berdurasi 5 menit berhasil menyabet juara kedua dalam kompetisi nasional yang ditaja secara online oleh Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (Foreign Policy Community of Indonesia; FPCI) dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia.

Toni Harsono – Pelestari wayang Potehi dari Yayasan Fu He An , Gudo, Jombang,Jawa Timur

Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan bilateral RI-Tiongkok di bawah tema “Tell Your China Stories” 400 karya video yang variatif dan kreatif karya WNI dari berbagai latar belakang dari berbagai penjuru serta diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Pihak panitia dari , kompetisi video “Halo, China!”,stelah melakukan penjurian ketat adil, dan profesional, kemudian memilih 21 video terbaik sebagai finalis dalam kompetisi ini seperti dilansir Kedubes RRT di Jakarta melalui akun Facebook dan akun Instagram resminya. Ke-21 video tersebut ditayangkan di akun Facebook dan Instagram resmi Embassy of China in Indonesia.

Pihak panitia memutuskan untuk menjadikan pemenang “Fan Favorite” sebagai pemenang terpisah dari Top 20, sehingga perlombaan ini dapat menghasilkan lebih banyak pemenang. Hadiah yang dijanjikan untuk pemenang “Fan Favorite” adalah uang tunai sebesar Rp15.000.000.Seperti diinformasikan situs resmi FPCI, Fan Favorite Contest ini digelar sejak 21 Oktober 2020 sampai 25 Oktober 2020 lalu.

Sutradara Video bertajuk : “Wayang Potehi Simbol Persatuan” Ahmad Azmi Amiq sangat senang dan bangga karyanya bersama kawan-kawannya dari sebuah rumah produksi yang ada di pesantren bisa memenangi kompetisi berskala nasional. Pihaknya sangat senang bisa mengangkat kebanggaan dan potensi yang ada di Jombang.

Lewat video ini Gus Amiq mengisahkan tentang eksistensi wayang Potehi yang berasal dari Tiongkok tetap lestari dil ingkungan budaya dan masyarakat Jawa di Jombang. Bahkan para dalang dan pemusik pendukungnya sebagaian besar orang Jawa.

“Kami sekumpulan anak muda yang punya modal semangat dan juga hobi membuat film pendek.Kami juga senang bisa membantu “dakwah potehi” Yayasan Fu He An yang melestarikan Wayang Potehi,” ujar Gus Miq, panggilan karib Ahmad Azmi Amiq.

Lebih lanjut, Gus Amiq, membeberkan lewat film ini ingin menyampaikan pesan, bahwa; sesungguhnya hubungan antara Indonesia dan Tiongkok sudah lama terjalin bahkan sebelum ada hubungan diplomatik. “Contohnya kesenian wayang Potehi sudah sejak lama menyatu dalam masyarakat.Bahkan menurut Toni Harsono dari Yayasan Fu He An sudah ada sejak tahun 1600 an. Konten ini punya kesan yang kuat kalau Indonesia dan Tiongkok punya jalinan erat dari jaman dulu. Jadi jangan mau dipecah belah,” pesan Gus Amiq

Sementara itu, Ketua Yayasan Fu He An, Jombang, Toni Harsono, ketika dihubungi secara terpisah sangat bangga dan senang video wayang Potehi bisa mencuri perhatian dari pihak Tiongkok. Menurut Toni, dulu Tiongkok kurang peduli dengan wayang Potehi. “Dulu ketika saya gelar pameran Potehi di Hotel Mojopahit, Surabaya, Konjen Tiongkok pun tak menghadiri event ini. Mudah-mudahan ini sebuah perkembangan baik, apalagi ketika pengumuman kompetisi Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Xiao Qian, dan Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia, Dr. Dino Patti Djalal hadir,” terang Toni Harsono mengunci perbincangan. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here